<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816</id><updated>2009-10-31T05:57:26.975+08:00</updated><title type='text'>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-2542339261056102728</id><published>2009-09-15T23:14:00.003+08:00</published><updated>2009-09-16T21:49:49.544+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perihal'/><title type='text'>Manajemen Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SrDs760rGgI/AAAAAAAAAEk/6xELMRrud6g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 149px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SrDs760rGgI/AAAAAAAAAEk/6xELMRrud6g/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382062068854364674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi masa,  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran. (QS.Al-Ashr, 103:1-3)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;2 tempat dimana manusia akan menyesal dengan kelalaiannya: tempat dimana dirinya akan dijemput dan tempat dimana manusia dibangkitkan untuk dimintai pertanggungjawaban. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Masa mudamu sebelum masa tuamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dan menghirup udara dengan bebas, melakukan aktifitas dan menjalani keseharian kita dengan gratis. Tak pernah terbesit sedikit pun dihati kita, bahwa tabiat manusia yang tak pernah lepas dari kata “lalai” itu terkadang mengerogoti jiwa kita. Lalai mengingat Allah, Lalai dari mensyukuri nikmat Allah, Lalai mentadaburi hikmah yang terkandung dalam penciptaan alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu begitu cepat berlalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur kita : 60  Tahun (dimisalkan)&lt;br /&gt;Usia Tidur : 60 Tahun x 1/3 = 20 Tahun&lt;br /&gt;Mulai Shalat : 10 Tahun (dimisalkan ketika baligh berumur 10 Tahun)&lt;br /&gt;Sehingga hari efektif = 60 Tahun-(20 Tahun + 10 Tahun) = 30 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan waktu salat seumur hidup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Kali shalat  :  5 Menit&lt;br /&gt;5 kali Shalat = 5 Menit x 5 Waktu = 25 Menit ~ 30 Menit&lt;br /&gt;1 Tahun Shalat  = 30 Menit x 365 Hari = 10.950 Menit/Tahun ~ 182,5 jam/ Tahun&lt;br /&gt;Atau  =  7,60 hari/ Tahun ~ 8 hari/Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Mari  kita renungkan. Ternyata dalam 1 Tahun kita hanya menghabiskan waktu 7,60 hari atau jika dibulatkan sekitar 8 hari dalam 1 Tahun. Hanya 8 hari/ Tahun untuk mengingat Allah dalam Shalat?? Hal ini juga berarti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sepanjang Umur kita dari usia efektif = 8 Hari x 30 Tahun= 240 hari ~ 10 Bulan&lt;br /&gt;Sisa Hari efektif = 30 Tahun – 10 Bulan = 29 Tahun + 2 Bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat miris sekali ketika kita kilas balik dan mengetahui bahwa kalkulasi diatas diperkirakan untuk shalat yang tidak bolong-bolong dan dimulai ketika usia baligh (10 Tahun). Lalu, 29 Tahun + 2 Bulan adalah sisa waktu efektif yang belum kita pergunakan diluar waktu istirahat dan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk waktu yang sedemikian lapang itu sangat meruginya kita saudaraku, jika kita mengefisiensikan waktu tersebut untuk hal-hal yang tak berguna. Membiasakan mata ini menjelajahi pandangan yang tak dihalalkan. Membiasakan kaki ini berpijak dan melangkah menuju kemaksiatan. Membiasakan mulut ini mengumpat saudara seiman. Membiasakan telinga ini mendengarkan hal yang tak bermanfaat. Membuat hati ini hancur akibat kedengkian, mencintai sesuatu yang tak halal, iri, hasad, dan riya’.&lt;br /&gt;Astaghfirullahal ‘adzim.. Maafkan hambamu ini ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Sehatmu sebelum sakitmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sehat dalam konsekuensinya, kita sebagai manusia harus dapat mempergunakan kesehatan semaksimal mungkin dalam rangka menyusun bata-bata pembangunan rumah dakwah yang hampir mulai roboh diterpa tetesan air yang datang bertubi-tubi mengikis bebatuan syi’ar Islam secara perlahan. Secara kodrati, kondisi kesehatan manusia mengalami penurunan secara bertahap dengan seiring bertambahnya umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat sehat dan kondisi masih fit, mudah rasanya untuk mengupayakan terjun untuk menegakkan panji-panji Islam. Namun, sebaliknya disaat kita tebaring lemah dan  tatkala kondisi kesehatan kita menurun, mampukah kita berdiri tegak?? Nihil..&lt;br /&gt;Sehat yang senantiasa diwarnai oleh warna-warni dakwah Islam begitu indah. Betapa meruginya jika sehat dimasa muda dihabiskan hanya untuk aktivitas yang tak berguna, apalagi untuk hal yang dilakukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Na’udzubillaahi min dzalik. Hidup terasa tak bermanfaat dan berguna. Hanya menimbulkan penyesalan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kayamu sebelum miskinmu&lt;br /&gt;Bersyukurlah.. dengan apa yang telah kita terima saat ini. Gunakan apa yang telah dianugerahkan kepada kita dalam rangka mencari kerido’an Allah. Ketahuilah, bahwa segala sesuatu yang kita punya hanyalah sebuah titipan. Harta yang banyak, keluarga, sanak keluarga, bahkan kita sendiri adalah amanah yang dititipkan dan kita tak kan pernah tahu kapan kontrak yang dititipkan itu akan habis masa berlakuya. Lalu, dengan apalagi manusia harus sombong dan angkuh di muka bumi ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang  sombong lagi membanggakan diri. (QS.Luqman, 31:18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan harta yang kita miliki saat ini sebagai investasi dan penanaman modal untuk hari akhir kelak. Sebab, harta manusia akan dipertanyakan di akhirat kelak. Mengenai darimana ia mendapatkan harta itu?, dan kemana ia membelanjakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Lapangmu sebelum sempitmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. Al-Ahzab, 33:72)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, tabiat manusia yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan terkadang menjerumuskan diri kita ke lembah kenikmatan sesaat yang melenakan. Kita tak menyadari bahwa waktu yang begitu cepat berlalu senantiasa memangkas waktu lapang yang seyogyanya kita gunakan untuk hal-hal bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, gunakan waktu lapangmu semaksimal mungkin. Jangan terlena akan nikmatnya godaan untuk menunda pekerjaan yang harus diselesaikan. Janganlah engkau menjadi orang yang senantiasa tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Hidupmu sebelum matimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2 tempat dimana manusia akan menyesal dengan kelalaiannya: tempat dimana dirinya akan dijemput dan tempat dimana manusia dibangkitkan untuk dimintai pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. ( QS. Al 'Ankabuut, 29:57) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang, manusia mati?? Meninggalkan nama baik atau nama buruk.&lt;br /&gt;Disaat ajal menjemput, kerabat dan sanak saudara menangisi kepergian dan berlalu pergi menghantarkan kita yang terbujur kaku diliang lahat. Hanya cacing dan tanah yang menemani. Bersama batu cadas yang membisu, tanah yang penuh sesak menyesakkan tanpa kasur dan bantal yang empuk disaat kita terbaring di pembaringan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita adalah orang yang dicintai kerabat, sanak saudara dan dihormati serta terpandang di masyarakat. Ya.. sangat bahagia rasanya. Jika kita meninggal dengan cara yang terbaik. Menemui ajal tatkala sedang melaksanakan suatu amalan yang bernilai ibadah. Kepergian kita ditangisi. Suasana haru biru menyelimuti tiap ruangan rumah duka. Nama kita dikenang. Dikenang sebagai sosok muda-mudi yang taat, sosok masyarakat social yang sungguh besar kontribusinya sebagai perintis Islam di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pula kita adalah orang yang dibenci sanak saudara serta orang yang terdekat dengan kita. Masyarakat mengasingkan dan menganggap kita orang yang tak pantas hadir dilingkungannya. Secercah virus yang seakan siap menyebarkan wabah di lingkungan masyarakat. Keluarga malu dengan apa yang kita perbuat. Baginya adalah suatu kepuasan tersendiri dengan anggapan tak akan ada lagi “si pengganggu” yang hanya membuat keresahan dimana-mana. Kematian kita disambut hangat dan gembira oleh orang-orang teraniaya.&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah pilihan. Kita dituntut memilih dan merealisasikan dilematis antara 2 pilihan. Mati untuk dikenang atas keteladanan. Atau Mati untuk dikenang atas keburukan tabiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bis Sahwab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-2542339261056102728?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/2542339261056102728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=2542339261056102728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2542339261056102728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2542339261056102728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2009/09/manajemen-waktu.html' title='Manajemen Waktu'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SrDs760rGgI/AAAAAAAAAEk/6xELMRrud6g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-7235214965348721717</id><published>2009-09-15T22:07:00.005+08:00</published><updated>2009-09-15T23:11:39.102+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perihal'/><title type='text'>Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);font-size:85%;" &gt;Makhluk yang Tergesa-gesa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Tunjukkanlah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka” (Q.S Al-Fatihah ayat 6 -7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-ufjJWJoI/AAAAAAAAAEc/fO9vhlK9lz0/s1600-h/perahu1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-ufjJWJoI/AAAAAAAAAEc/fO9vhlK9lz0/s200/perahu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381711936764651138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Wahai saudara ku... semoga Allah menjaga kita semua dan semoga Allah selalu membimbing kita kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang – orang yang Allah berkenikmatan kepada mereka. Sebagaimana firman-Nya didalam al-Quran surat Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika, seorang muda belia yang sedang berlayar tercengang ketika menyadari bahwa dirinya terdampar di tepian pantai.  Ia pergi kesana kemari untuk mencari pemukiman dan mencari pertolongan. Nihil.. tak satupun tanda-tanda komunitas ia temui. Ingin melayarkan perahu mininya. Raib.. mungkin terbawa ombak yang menderu disana. Ingin menghubungi sanak saudaranya. Fiktif.. dengan apa ia menghubungi keluarganya? Ia lalu berdo’a pada Rabbnya memohon pertolongan, “Ya Allah ya raab.. aku ingin pulang..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu dan menunggu, sedikit ragu dan bimbang. Apakah do’a yang ia panjatkan akan terkabulkan? Kondisi yang tak memungkinkan untuk mendapatkan pertolongan untuk berkumpul lagi bersama sanak saudara yang ia cintai. Ayah, ibu, dan semua orang yang sangat ia kasihi terbayang spontan dibenaknya.  Ia berlalu dan membangun sebuah gubuk untuk dijadikan media berteduh dimalam hari yang dingin ditepi pantai saat itu.&lt;br /&gt;Berberapa hari telah ia lalui dengan pahit dan menggerutui keadaan yang tak pasti membuatnya berprasangka tidak baik kepada apa yang telah diberikan Allah. “Ya Allah, mengapa Engkau tak mengabulkan do’aku? Cukup Tuhan.. Ini ketidakadilan.. Engkau maha Adil mengapa tidak berlaku adil??”. Do’anya yang begitu lugu dan terlalu tergesa-gesa itu membuatnya semakin tak bisa berfikir tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“ Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS.Al-Anbiya’,21:37)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga kelangsungan hidupnya, dengan sangat terpaksa dipungutnya kayu-kayu lalu ia bakar untuk sekedar memasak apa yang bisa ia makan disana. Sembari mencari bahan makanan, pergilah ia ke hutan. Tidak begitu lama begitu terguncangnya ia ketika menyaksikan gubuk yang telah ia bangun itu terlalap api yang menari-nari dipelupuk matanya tanpa henti. Asap membumbung tinggi dan ratalah gubuk yang ia miliki bersama tanah. Tinggallah tanah lapang dengan sedikit bongkahan hasil lalapan si jago merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktenangannya itu membuatnya bersu’uzan pada Allah. Ketergesaannya dalam berpikir itu membuatnya tidak hanya menggerutu, tapi juga marah dan murka terhadap apa yang telah terjadi. “Ya Allah.. cobaan apa lagi ini? Kau telah porak-porandakan aku dengan ketidakberdayaan terdampar dipulau yang asing bagiku?, Kau utus si jago merah untuk membakar gubukku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang berapa lama kemudian sayup-sayup terdengar deruan mesin. Semakin dekat, dekat, dan menghampiri anak muda dengan kecepatan yang diperlambat beraturan. Anak muda tercengang dan sedikit heran dengan apa yang ada didepan matanya itu. “butuh bantuan nak?, mari bapak antarkan pulang” tanya bapak yang berada didalam. “ Mengapa bapak bisa tahu kalau saya…”tanyanya. “Hmm.. bukankah kamu mengirimkan sandi pertolongan lewat asap itu nak??” Tanya bapak itu lagi. Anak muda tercengang, berlalu, dan menyesali perbuatan zalim, su’uzan pada Allah. Ia pulang dan bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia. Makhluk yang dikaruniakan akal, tapi jarang menggunakan akal dan pikirannya untuk menelaah apa yang terjadi di alam. Makhluk yang dikaruniakan nafsu, tapi nafsu yang ia aplikasikan adalah nafsu yang membawanya selalu tergesa-gesa, takut, dan lalai dalam bermunajat pada Allah.&lt;br /&gt;فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah:5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Besama kesulitan  itu ada kemudahan. Inilah janji Allah. Dikala kita mengalami kesulitan, ingatlah bahwa kemudahan akan datang. Ridha dan sabar pada taqdir-taqdir Allah, dan kita semua telah mengetahui bahwa taqdir-taqdir Allah yang Allah timpakan kepada mahluk-Nya, sebagian sesuai dengan apa yang kita harapkan dan sebagian lagi berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan. Jika dianalogikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sakit disukai manusia? tidak sama sekali. Manusia menyukai sehat.&lt;br /&gt;Apakah kefakiran disukai manusia ? Tidak, manusia menyukai menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;Apakah bodoh disukai manusia ? Tidak, manusia menyukai menjadi seorang yang pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:155)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat munafik sekali jika kita tidak bersyukur dengan apa yang telah dikaruniakan oleh Allah. Sebagian orang beranggapan bahwa tidak berdoa lebih baik daripada berdoa, jelas anggapan ini bertentangan dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an maupun hadits-hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hafizh Ibnu Hajar  berkata bahwa Qusyairy meriwayatkan dalam kitab Ar-Risalah tentang perbedaan pendapat dalam masalah berdoa mana yang lebih baik berdoa atau diam tidak berdoa dan rela menerima ketentuan takdir. Sebagian ulama bependapat bahwa lebih baik berdoa sebab dalil-dalil tentang doa banyak sekali dan berdoa sebagai bukti sikap rendah diri dan rasa membutuhkan.&lt;br /&gt;Sebagian yang lainnya berpendapat bahwa diam dan rela menerima putusan takdir lebih baik daripada berdoa sebagai bukti penyerahan dan kerelaan penuh dalam menerima pembagian dan karunia Allah. Orang yang berdoa tidak tahu apa yang telah diputuskan untuknya jika Allah telah mentakdirkan apa yang sedang diminta berarti memohon sesuatu yang sudah diberikan, dan apabila Allah tidak mentakdirkan apa yang diminta berarti melawan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلا إِنَّ لِلّهِ مَن فِي السَّمَاوَات وَمَن فِي الأَرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ شُرَكَاء إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.”(QS. Yunus:66)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan do'a yang tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: dikabulkan do’anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada 4 hal yang perlu kita cermati melalui hadits diatas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah akan mengabulkan doa, selama doa itu tidak mengandung kemaksiatan.&lt;br /&gt;2. Allah akan mengabulkan doa seseorang jika syaratnya telah terpenuhi.&lt;br /&gt;3. Allah akan menangguhkan do'anya hingga hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;4. Allah akan mengganti doa tersebut dengan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi taufiq-Nya kepada segenap kaum Muslimin menuju kemaslahatan urusan agama dan dunia mereka, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-7235214965348721717?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/7235214965348721717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=7235214965348721717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/7235214965348721717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/7235214965348721717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2009/09/tunjukkanlah-kami-jalan-yang-lurus.html' title='Manusia'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-ufjJWJoI/AAAAAAAAAEc/fO9vhlK9lz0/s72-c/perahu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-892151538206689579</id><published>2009-09-15T21:30:00.005+08:00</published><updated>2009-09-15T23:09:46.438+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perihal'/><title type='text'>Rasa itu..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-trzMvYrI/AAAAAAAAAEU/vZw8LQAEbFc/s1600-h/ukhti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 182px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-trzMvYrI/AAAAAAAAAEU/vZw8LQAEbFc/s320/ukhti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381711047720657586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya iman bertambah,  adakalanya berkurang. Dalam masa-masa tertentu diri merasakan jauh, terasing, terluluhlantahkan dan terkucilkan dari Allah. Diri selalu merasakan hal yang sama dalam jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama rasa itu tetap ada menggerogoti jiwa sebanding dengan kemanisan beramal yang  semakin memudar di  dalam kalbu.  Kerap kali rasa itu mengaku, sadar dan tahu persis sering tergelincir dalam gelimangan dosa, kemaksiatan, dan syubhat yang membuatnya tak mampu lagi menentukan arah yang harus ditempuh. Jalan mana hendak dituju??&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika iman mulai menyusut, diri mulai meresah, gundah dan gelisah. Hati ini semakin gersang, tandus, kelam tak bercahaya. Prinsip dan akidah yang selama ini terbangun semakin longgar dan goyah, hampir hilang dari genggaman semula. Hari-hari yang sedemikian panjang itu terbiarkan oleh alunan syair-syair lagu yang melenakan. Diri ini terlalaikan oleh segelintir cerita-cerita bohong yang tersajikan di media-media  elektronik. Membanyakkan tidur, canda tawa, obrolan yang tidak bermakna, berdua-duaan dengan yang bukan mahramnya, bahkan terkadang meremehkan waktu salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan diri tak meningkat bahkan mulai berkurang. Amal ibadah sunnah yang dahulu kerap menemani malah mulai ditinggalkan. Hati ini semakin hambar, hambar yang semakin menjadi. Tak tentu arah..Kosong .. dan  mulai menghilang. Diri seperti terperangkap dalam zona gelap yang semakin jauh dari kebaikan.  Terkadang dosa besar pun mulai teremehkan dan dianggap dosa kecil yang hanya segelintir nilainya.&lt;br /&gt;Rasa itu..  Ingin berbalik haluan seperti sedia kala. Namun, jalan manakah yang harus ia tempuh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa itu kembali  tersadar dalam lamunan yang tak menentu. Ya.. rasa itu berlalu dan menemukan secercah kehidupan dari saudara seimannya. Rasa itu menemukan kembali jati dirinya. Menghadiri majelis Ilmu  dijadikan solusi untuk mengakhiri gersangnya jiwanya. Dihadapkan wajahnya dengan malu dan sungkan menghadap “Yang Maha Pengampun”. Berakhirlah semua kegundahan yang menyelimuti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Ya Allah, dimana lagikah dapat kutemui cinta sejati .. kecuali pada cinta-Mu. Kemana lagikah hati ni terus bertabuh.. kecuali pada kasih-Mu. Jadikan hati yang lemah ini ya Allah.. tertambat kukuh hanya pada-Mu. Aku mohon ridha atas segenap keputusan-Mu, kesejukan setelah matiku, kenikmatan memandang wajah-Mu serta  kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu. Ampunilah diri ini yang tidak berharga Ya Allah. Penuhilah kehinaanku dengan keindahan maghfirah-Mu.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.. Kau kembalikan rasa itu ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-892151538206689579?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/892151538206689579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=892151538206689579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/892151538206689579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/892151538206689579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2009/09/rasa-itu.html' title='Rasa itu..'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sq-trzMvYrI/AAAAAAAAAEU/vZw8LQAEbFc/s72-c/ukhti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-1881567637146928954</id><published>2009-07-23T05:14:00.012+08:00</published><updated>2009-07-23T05:42:47.781+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Berdo'alah &amp; Rasakan Eksistensi Do'amu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SmeFp8iQ2pI/AAAAAAAAAEE/rvZ8rk7G-rc/s1600-h/berdoa5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SmeFp8iQ2pI/AAAAAAAAAEE/rvZ8rk7G-rc/s200/berdoa5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361400837078833810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai saudara ku...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga Allah menjaga kita semua dan semoga Allah selalu membimbing kita kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang – orang yang Allah beri kenikmatan kepada mereka. Sebagaimana firman-Nya didalam al-Quran surat Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Tunjukkanlah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka” (Q.S Al-Fatihah ayat 6 -7)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Pernah suatu ketika, seorang muda belia yang sedang berlayar tercengang ketika menyadari bahwa dirinya terdampar di tepian pantai.  Ia pergi kesana kemari untuk mencari pemukiman dan mencari pertolongan. Nihil.. tak satupun tanda-tanda komunitas ia temui. Ingin melayarkan perahu mininya. Raib.. mungkin terbawa ombak yang menderu disana. Ingin menghubungi sanak saudaranya. Fiktif.. dengan apa ia menghubungi keluarganya? Ia lalu berdo’a pada Rabbnya memohon pertolongan, “Ya Allah ya raab.. aku ingin pulang..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu dan menunggu, sedikit ragu dan bimbang. Apakah do’a yang ia panjatkan akan terkabulkan? Kondisi yang tak memungkinkan untuk mendapatkan pertolongan untuk berkumpul lagi bersama sanak saudara yang ia cintai. Ayah, ibu, dan semua orang yang telah ia sakiti terbayang spontan dibenaknya.  Ia berlalu dan membangun sebuah gubuk untuk dijadikan media berteduh dimalam hari yang dingin ditepi pantai saat itu.&lt;br /&gt;Berberapa hari telah ia lalui dengan pahit dan menggerutui keadaan yang tak pasti membuatnya berprasangka tidak baik kepada apa yang telah diberikan Allah. “Ya Allah, mengapa Engkau tak mengabulkan do’aku? Cukup Tuhan.. Ini ketidakadilan.. Engkau maha Adil mengapa tidak berlaku adil??”. Do’anya yang begitu lugu dan terlalu tergesa-gesa itu membuatnya semakin tak bisa berfikir tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga kelangsungan hidupnya, dengan sangat terpaksa dipungutnya kayu-kayu lalu ia bakar untuk sekedar memasak apa yang bisa ia makan disana. Sembari mencari bahan makanan, pergilah ia ke hutan. Tidak begitu lama begitu terguncangnya ia ketika menyaksikan gubuk yang telah ia bangun itu terlalap api yang menari-nari dipelupuk matanya tanpa henti. Asap membumbung tinggi dan ratalah gubuk yang ia miliki bersama tanah. Tinggallah tanah lapang dengan sedikit bongkahan hasil lalapan si jago merah.&lt;br /&gt;Ketidaktenangannya itu membuatnya bersu’uzan pada Allah. Ketergesaannya dalam berpikir itu membuatnya tidak hanya menggerutu, tapi juga marah dan murka terhadap apa yang telah terjadi. “Ya Allah.. cobaan apa lagi ini? Kau telah porak-porandakan aku dengan ketidakberdayaan terdampar dipulau yang asing bagiku?, Kau utus si jago merah untuk membakar gubukku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang berapa lama kemudian sayup-sayup terdengar deruan mesin. Semakin dekat, dekat, dan menghampiri anak muda dengan kecepatan yang diperlambat beraturan. Anak muda tercengang dan sedikit heran dengan apa yang ada didepan matanya itu. “butuh bantuan nak?, mari bapak antarkan pulang” tanya bapak yang berada didalam. “ Mengapa bapak bisa tahu kalau saya…”tanyanya. “Hmm.. bukankah kamu mengirimkan sandi pertolongan lewat asap itu nak??” Tanya bapak itu lagi. Anak muda tercengang, berlalu, dan menyesali perbuatan zalim, su’uzan pada Allah. Ia pulang dan bertaubat.&lt;br /&gt;Manusia. Makhluk yang dikaruniakan akal, tapi jarang menggunakan akal dan pikirannya untuk menelaah apa yang terjadi di alam. Makhluk yang dikaruniakan nafsu, tapi nafsu yang ia aplikasikan adalah nafsu yang membawanya selalu tergesa-gesa, takut, dan lalai dalam bermunajat pada Allah.&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah:5)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Besama kesulitan  itu ada kemudahan. Inilah janji Allah. Dikala kita mengalami kesulitan, ingatlah bahwa kemudahan akan datang. Ridha dan sabar pada taqdir-taqdir Allah, dan kita semua telah mengetahui bahwa taqdir-taqdir Allah yang Allah timpakan kepada mahluk-Nya, sebagian sesuai dengan apa yang kita harapkan dan sebagian lagi berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan. Jika dianalogikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sakit disukai manusia? tidak sama sekali. Manusia menyukai sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kefakiran disukai manusia ? Tidak, manusia menyukai menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bodoh disukai manusia ? tidak, manusia menyukai menjadi seorang yang pandai&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:155)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sangat munafik sekali jika kita tidak bersyukur dengan apa yang telah dikaruniakan oleh Allah. Sebagian orang beranggapan bahwa tidak berdoa lebih baik daripada berdoa, jelas anggapan ini bertentangan dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an maupun hadits-hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hafizh Ibnu Hajar  berkata bahwa Qusyairy meriwayatkan dalam kitab Ar-Risalah tentang perbedaan pendapat dalam masalah berdoa mana yang lebih baik berdoa atau diam tidak berdoa dan rela menerima ketentuan takdir. Sebagian ulama bependapat bahwa lebih baik berdoa sebab dalil-dalil tentang doa banyak sekali dan berdoa sebagai bukti sikap rendah diri dan rasa membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian yang lainnya berpendapat bahwa diam dan rela menerima putusan takdir lebih baik daripada berdoa sebagai bukti penyerahan dan kerelaan penuh dalam menerima pembagian dan karunia Allah. Orang yang berdoa tidak tahu apa yang telah diputuskan untuknya jika Allah telah mentakdirkan apa yang sedang diminta berarti memohon sesuatu yang sudah diberikan, dan apabila Allah tidak mentakdirkan apa yang diminta berarti melawan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;أَلا إِنَّ لِلّهِ مَن فِي السَّمَاوَات وَمَن فِي الأَرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ شُرَكَاء إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.”(QS. Yunus:66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;“Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan do'a yang tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal: dikabulkan do’anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada 4 hal yang perlu kita cermati melalui hadits diatas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah akan mengabulkan doa, selama doa itu tidak mengandung kemaksiatan.&lt;br /&gt;2. Allah akan mengabulkan doa seseorang jika syaratnya telah terpenuhi.&lt;br /&gt;3. Allah akan menangguhkan do'anya hingga hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;4. Allah akan mengganti doa tersebut dengan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketahuilah &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;wahai saudaraku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;disaat kita berdo'a dan belum dikabulkan itu bukanlah berarti Allah tidak Maha Mendengar, bukan Allah tidak Maha Pengasih, bukan pula Allah tidak Maha Memmberi. Tapi.. lebih mulia dari itu, pada hakekatnya Allah senang dengan hamba yang senantiasa memuji-Nya, menghambakan diri kepada-Nya, bermunajat kepada-Nya di sepertiga malam, menangisi maksiat yang telah ia lakukan, Allah menguji kesabaran kita. Allah suka itu saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, jangan kotori hatimu dengan menghardik Allah hanya karena doamu tak terkabulkan, tapi sebaliknya teruslah berharap, teruslah berdo'a. Semoga Allah memberi taufiq-Nya kepada segenap kaum Muslimin menuju kemaslahatan urusan agama dan dunia mereka, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-1881567637146928954?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/1881567637146928954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=1881567637146928954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/1881567637146928954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/1881567637146928954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2009/07/tunjukkanlah-kami-jalan-yang-lurus.html' title='Berdo&apos;alah &amp; Rasakan Eksistensi Do&apos;amu'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SmeFp8iQ2pI/AAAAAAAAAEE/rvZ8rk7G-rc/s72-c/berdoa5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-617651712903820758</id><published>2009-03-15T00:23:00.005+08:00</published><updated>2009-03-15T00:43:27.728+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keseimbangan Penciptaan'/><title type='text'>Siang dan Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sbva5Dwa-7I/AAAAAAAAADM/45fyN4fTZqg/s1600-h/sinar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sbva5Dwa-7I/AAAAAAAAADM/45fyN4fTZqg/s320/sinar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313080859209431986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ka’, kenapa ya?? Abis siang ada malam, kenapa ga siaaaaaang aja. Kan siang terang benderang tuh, ade lebih punya banyak waktu untuk main.” Tanya adik ana dalam acara ngumpul bareng dan ngobrol di beranda rumah. Pertanyaan tersebut memang pertanyaan yang spele dan dipandang sebelah mata. Namun, pernahkah antum sekalian memikirkan sebab musabab serta asal muasal terjadinya siang dan malam??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari yang sejuk digantikan dengan raja siang yang benderang, setelah senja menyongsong datanglah bulan yang senantiasa menyelimuti malam. Sungguh bentuk penciptaan keseimbangan yang maha dahsyat. Teringat lagi dimasa SMA, ketika ilmu fisika diberikan secara gamblang oleh My best teacher. Dari puluhan abad silam, para ilmuwan telah banyak melakukan eksperimen dan penelitian mengenai hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, ternyata keyword jawaban dari pertanyaan itu adalah rotasi, perputaran bumi pada porosnya. Pada saat matahari condong ke bagian bumi tertentu, maka pada saat itu wilayah bumi yang terkena sinar matahari sedang berproses waktu siang hari. Sebaliknya, disaat matahari menyinari wilayah lain di salah satu belahan bumi, maka wilayah bumi lain yang tidak dikenai oleh sinar matahari memperoleh suasana yang gelap gulita atau singkatnya malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SbvelmAiZ8I/AAAAAAAAAD0/5fmzvu3P8w0/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 41px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SbvelmAiZ8I/AAAAAAAAAD0/5fmzvu3P8w0/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313084922852960194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Luqman, 31:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perputaran bumi pada garis edar atau orbitnya secara continue kurang lebih 24 jam nonstop tersebut juga menyebabkan adanya perbedaan musim dibeberapa bagian wilayah bumi ditinjau dari seberapa jauhnya dari daerah khatulistiwa. Semakin dekat dengan daerah khatulistiwa, suplai sinar matahari lebih banyak dibandingkan daerah bumi dengan astronomi dekat dengan daerah bagian kutub. Sehingga di Indonesia, kita hanya mengalami dua musim, yakni panas dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbeda dengan apa yang terjadi di kutub maupun di sejumlah negara di belahan Eropa dan Amerika yang kadang-kadang mengalami panas berkepanjangan atau sebaliknya. Negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa tidak akan pernah mengalami pergantian empat musim. Karena daerah khatulistiwa selalu menghadap ke arah matahari, maka daerah khatulistiwa selalu panas. &lt;br /&gt;Sementara, pergantian empat musim yakni musim dingin, gugur, semi dan panas, juga tidak lepas dari orbit bumi terhadap matahari dan putaran pada porosnya. Musim berganti selama sisi lain bumi condong atau jauh dari matahari. Apabila kutub utara condong ke matahari, belahan bumi bagian utara bertambah dekat dengan matahari dan terjadi musim panas. Sementara, belahan bumi selatan cenderung menjauh dari matahari dan terjadilah musim dingin.Begitu pula sebaliknya. Antara musim dingin dan musim panas di belahan bumi lain mengalami musim semi atau musim gugur. Di kutub utara, ketika pertengahan musim panas tiba, matahari akan terlihat sepanjang malam dan siang. Sedangkan ketika musim dingin datang, kita sama sekali tidak bisa melihat matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SbvdsH2XxlI/AAAAAAAAADk/cpTiWODGj8w/s1600-h/untitled2.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 40px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/SbvdsH2XxlI/AAAAAAAAADk/cpTiWODGj8w/s320/untitled2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313083935504713298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim, 14:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah salah satu bukti nyata kebesaran Allah Ya Kabiir (Subhanallah), yang patut kita jadikan renungan. Pergantian siang dan malam yang begitu rumit bisa  tetap terjaga keteraturan dan kekonsistenannya. Allah menciptakan keindahan, keseimbangan, dan keteraturan semesta alam ini agar kita sebagai makhluk ciptaan-Nya dapat mengambil hikmah dan senantiasa menggunakan akal kita untuk mempelajari ilmu Allah. &lt;br /&gt;Lalu adakah secuil makhluk yang mampu menyaingi kemahabesaran Allah??? Jangankan secuil, setitik pun it is too imposible. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi antum sekalian, khususnya bagi ana yang pengetahuannya masih terbilang dangkal (masih dalam proses belajar). Wallahu 'Alam Bish Showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sbvd-FS4JtI/AAAAAAAAADs/vR_BFtHL04g/s1600-h/untitled3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 33px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sbvd-FS4JtI/AAAAAAAAADs/vR_BFtHL04g/s320/untitled3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313084244056614610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" (QS.Ali Imran, 3:190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-617651712903820758?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/617651712903820758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=617651712903820758' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/617651712903820758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/617651712903820758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2009/03/siang-dan-malam.html' title='Siang dan Malam'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7ZQkkIHPPs/Sbva5Dwa-7I/AAAAAAAAADM/45fyN4fTZqg/s72-c/sinar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-5633714092396183804</id><published>2008-06-15T12:02:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:09:20.126+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>SURAT IBU KEPADA ANAK DURHAKA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah surat dari ibumu yang lemah, yang ditulis dengan penuh rasa malu setelah lama mengalami keraguan dan kebimbangan. Ibu pegang penanya berkali-kali lantas terhenti, dan ibu letakkan lagi pena itu karena air mata berlinang berkali-kali yang disusul dengan rintihan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesudah perjalanan waktu yang panjang, ibu  rasa engkau sudah dewasa dan memiliki akal sempurna maupun jiwa yang matang. Sedangkan ibu punya hak atas dirimu, maka bacalah sepucuk surat ini; dan jika tidak berkenan robek-robeklah sebagaimana engkau telah merobek-robek hati ibu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku!&lt;br /&gt;Dua puluh lima tahun yang lalu adalah hari yang begitu membahagiakan hidup ibu. Ketika dokter memberitahu ibu, ibu sedang mengandung. Semua ibu tentu mengetahui makna ungkapan itu, yakni terhimpunnya kebahagiaan dan kegembiraan, serta awal perjuangan seiring dengan adanya berbagai perubahan fisik maupun psikis. Sesudah berita gembira itu ibu peroleh, dengan senang hati, ibu mengandungmu selama sembilan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu berdiri, tidur, makan dan bernafas dengan susah payah. Namun itu semua tidak menyebabkan surutnya cinta ibu padamu dan kebahagiaan ibu menyambut kehadiranmu. Bahkan rasa cinta dan kerinduan ibu padamu tumbuh subur dan berkembang hari demi hari. Ibu mengandungmu dalam kondisi yang lemah dan bertambah lemah, payah dan bertambah payah. Ibu sangat bahagia meski bobotmu semakin berat, padahal kehamilan itu sangat berat bagi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perjuangan yang akan disusul dengan cahaya fajar kebahagiaan setelah berlalunya malam panjang, yang membuat ibu tidak bisa tidur dan kelopak mata ibu tak bisa terpejam. Ibu merasakan derita yang sangat, rasa takut dan cemas yang tak bisa dilukiskan dengan pena dan tak sanggup diungkapkan dengan retorika lisan. Ibu telah berkali-kali melihat kematian dengan mata kepala ibu sendiri, sehingga akhirnya engkau lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air mata kegembiraan ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang ibu rasakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dan dirimu selalu ibu bawa dalam hati ibu. Ibu memandikanmu dengan kedua tangan ibu. Pangkuan ibu sebagai bantalmu. Dada ibu sebagai makananmu. Ibu berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Ibu susuri siang hari dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaan ibu tiap hari adalah melihatmu tersenyum. Dan idaman ibu setiap saat adalah engkau meminta sesuatu yang ibu sanggup lakukan untukmu. Itulah puncak kebahagiaan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hari-hari dan malam yang ibu lalui sebagai pelayan yang tak pernah menyia-nyiakanmu sedikit pun. Sebagai wanita yang menyusuimu tiada henti, dan sebagai pekerja yang tak pernah putus hingga engkau tumbuh dan menjadi seorang remaja. Dan mulailah nampak tanda-tanda kedewasaanmu. Ketika itu pula, ibu kesana kemari mencarikan calon istri yang kau inginkan. Lalu tibalah saat pernikahanmu. Denyut jantung ibu terasa berhenti dan air mata ibu deras bercucuran karena gembira melihat hidup barumu dan karena sedih berpisah denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat yang begitu berat telah lewat. Namun engkau seolah bukan lagi anak ibu, seperti yang ibu kenal selama ini. Sungguh engkau telah mengabaikan diri ibu dan tidak mempedulikan hak-hak ibu. Hari-hari berlalu dan ibu tidak lagi melihatmu dan tidak pula mendengar suaramu. Engkau masa bodoh kepada ibu yang selama ini menjadi pelayan yang mengurusimu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu tidak meminta apa pun selain posisikanlah diri ibu ini seperti kawan-kawanmu yang terdekat denganmu. Jadikanlah ibu sebagai salah satu terminal hidupmu sehari-hari, sehingga ibu dapat melihatmu meskipun sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Punggung ibu telah bongkok. Anggota tubuh ibu telah gemetaran. Beragam penyakit telah membuat ibu semakin ringkih. Rasa sakit senantiasa mendera ibu. Ibu sudah susah untuk berdiri maupun duduk, namun hati ibu masih sayang padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan ada seseorang yang memuliakanmu sehari, tentu engkau akan memuji kebaikannya dan keelokan budinya. Padahal, ibumu ini telah benar-benar berbuat baik kepadamu, namun engkau tak melihatnya dan tak mau membalas kebaikannya. Ibumu telah menjadi pelayanmu dan telah mengurusmu bertahun-tahun. Lantas manakah balas budi dan hak ibu yang harus engkau tunaikan? Sekeras itukah hatimu? Apakah hari-hari sibukmu telah menyita seluruh waktumu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu merasakan kebahagiaan dan kegembiraan bertambah saat melihatmu hidup bahagia, karena engkau adalah buah hati ibu. Apa salah ibu sehingga engkau memusuhi ibu, tak suka melihat ibu, dan engkau merasa berat untuk mengunjungi ibu? Apakah ibu pernah berbuat salah padamu atau pelayanan ibu kurang memuaskanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah ibu seperti pelayan-pelayanmu yang engkau beri upah. Curahkanlah setitik kasih sayangmu. Renungkanlah jasa ibu dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah amat menyukai orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu sangat berharap bisa bersua denganmu. Ibu tak ingin apapun selain itu. Biarkanlah ibu melihat muramnya wajahmu dan episode-episode kemarahanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sisakan peluang di hatimu untuk berlembut-lembut dengan seorang wanita renta, yang diliputi kerinduan dan dirundung kesedihan ini. Yang menjadikan kedukaan sebagai makanannya dan kesedihan sebagai selimutnya. Engkau cucurkan air matanya. Engkau membuat sedih hatinya dan engkau memutuskan hubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tidak mengeluhkan kepedihan dan kesedihan ibu kehadirat-Nya, karena jika ibu adukan perkara ini ke atas awan dan ke pintu gerbang langit sana, ibu khawatir hukuman akan menimpamu, dan musibah akan terjadi dalam rumah tanggamu, lantaran kedurhakaanmu. Karena ibu teringat peringatan junjungan kita Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;"Maukah kalian aku sampaikan tentang dosa yang terbesar?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengucapkannya tiga kali. Para sahabat menjawab, "Ya, wahai Rasulullah". Beliau bersabda, "Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;"Tidak masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga golongan orang yang tidak akan dilihat (dengan pandangan rahmat) oleh Allah pada hari kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang suka minum minuman keras, orang yang suka mengungkit pemberiannya."   (HR. Nasaai dan dinyatakan shahih oleh Albani).&lt;br /&gt;"Terlaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya." (HR. Hakim dan Thobrani serta dinyatakan shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, 2/334).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, ibu tidak menginginkan itu. Engkau tetap menjadi buah hati dan hiasan dunia ibu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Camkanlah wahai Anakku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketuaan mulai nampak dalam belahan rambutmu. Tahun demi tahun akan berlalu, dan engkau akan menjadi tua renta, sedangkan setiap perbuatan pasti akan dibalas setimpal. Engkau akan menulis surat kepada setiap anak-anakmu dengan cucuran air mata, sebagaimana yang ibu tulis untukmu. Dan di sisi Allah, akan bertemu orang-orang yang berselisih, hai Anakku. Maka bertakwalah engkau kepada Allah terhadap ibumu. Usaplah air matanya dan hiburlah agar kesedihannya sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robek-robeklah surat ini setelah engkau membacanya. Namun ketahuilah, siapa saja yang beramal shaleh, maka keshalehan itu buat dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat, maka balasan buruk bakal menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi tanggungannya sendiri. Dan Rabbmu sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya." (QS. Fushshilat: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan rujukan: Qashash Mu'atstsirah fi Birr wa 'Uquqil Walidain (terjemahan) karya Fathurrahman Muhammad Jamil, dan lain-lain. (Al Fikrah) &lt;br /&gt;[wahdah.or.id]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-5633714092396183804?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/5633714092396183804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=5633714092396183804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/5633714092396183804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/5633714092396183804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/surat-ibu-kepada-anak-durhaka.html' title='SURAT IBU KEPADA ANAK DURHAKA'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-8231472373231076912</id><published>2008-06-15T12:00:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:14:34.358+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Tujuh Wasiat Rasulullah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rasulullah berwasiat, cintailah fakir-miskin, berbanyak silaturrahmi,  jangan suka meminta-minta dan jangan takut celaan dalam berdakwah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;--“Dari Abu Dzar ia berkata; “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahku agar aku melihat orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku diperintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah, (5) aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, (7) belaiu melarang aku agar aku tidak meminta-minta sesuatu kepada manusia” (Riwayat Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski wasiat ini disampaikan kepada Abu Dzar RA, namun hakikatnya untuk kaum Muslimin secara umum. Sebagaimana kaidah: (Al-Khitobu li’umuumil-lafdzi, walaisa min khususil asbab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat pertama, mencintai orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan umatnya agar berlaku tawadhu’ (berendah hati)  terhadap orang-orang miskin, menolong dan membantu kesulitan mereka. Demikianlah yang dicontohkan para sahabat di antaranya Umar bin Khaththab Radhiallahu anhu (RA) yang terkenal sangat merakyat, Khalifah Abu Bakar yang terkenal dengan sedekah “pikulan”nya, Utsman bin Affan dengan kedermawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah dan kasihanilah orang-orang miskin, sebab hidup mereka tidak cukup, diabaikan masyarakat dan tidak diperhatikan.  Orang yang mencintai fuqara’ dan masakin dari kaum Muslimin, terutama mereka yang mendirikan shalat, dan taat kepada Allah, maka mereka akan dibela Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) di dunia dan pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda beliau, “Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang jihad fi sabilillah…..” (Riwayat Bukhari). Dalam riwayat lain seperti mendapatkan pahala shalat dan puasa secara terus menerus….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat kedua, melihat orang yang lebih rendah kedudukannya dalam hal materi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan agar kita melihat orang-orang yang berada di bawah kita dalam masalah dunia dan mata pencaharian. Tujuannya, tiada lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang ada. Selalu qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita), tidak serakah, tidak pula iri dengki dengan kenikmatan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rata-rata penyakit manusia selalu melihat ke atas dalam hal harta, kedudukan, dan jabatan. Selama manusia hidup ia selalu merasa kurang dan kurang. Baru merasa cukup manakala mulutnya tersumpal tanah kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Riwaat Muttafaqun ‘alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dalam masalah agama, ibadah dan ketakwaan, seharusnya kita melihat orang-orang yang di atas kita, yaitu para Nabi, sahabat, orang-orang yang jujur, para syuhada’, para ulama’ dan salafus-shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat ketiga, menyambung silaturahim kepada kaum kerabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturahim adalah ungkapan mengenai berbuat baik kepada karib kerabat karena hubungan nasab (keturunan) atau karena perkawinan. Yaitu silaturahim kepada orang tua, kakak, adik, paman, keponakan yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Berbuat baik dan lemah lembut kepada mereka, menyayangi, memperhatikan  dan membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan silaturahim, Allah memberikan banyak manfaat. Di antaranya, menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya, dengannya akan menumbuhkan sikap saling membantu dan mengetahui keadaan masing-masing. Silaturahmi pula akan memberikan kelapangan rezeki dan umur yang panjang. Sebaliknya bagi yang mengabaikan silaturahim Allah sempitkan hartanya dan tidak memberikan berkah pada umurnya, bahkan Allah tidak memasukkannya ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat keempat, memperbanyak ucapan ‘La haula walaa quwwata illa bilLah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa bilLah’ agar kita berlepas diri dari merasa tidak mampu. Kita serahkan semuanya kepada Allah. Makna kalimat ini juga sebagai sikap tawakkal, hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya seorang hamba tidak memiliki daya-upaya apapun kecuali dengan pertolongan Allah. Seorang penuntut ilmu tidak bisa duduk di majelis ilmu melainkan dengan pertolongan Allah. Demikian juga seorang guru tidak mungkin bisa mengajarkan ilmu yang manfaat kepada muridnya melainkan dengan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Abdullah bin Qois, maukah aku tunjukkan kepadamu atas perbendaharaan dari perbendaharaan surga? (yaitu) ‘La haula walaa quwwata illa billah’ (Riwayat  Muttafaqun ‘Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat kelima, berani mengatakan kebenaran meskipun pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang hanya asal bapak senang (ABS), menjilat agar mendapat simpati dengan mengorbankan kebenaran dan kejujuran. Getirnya kebenaran tidak boleh mencegah kita untuk tidak mengucapkannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Apabila sesuatu itu sudah jelas sebagai sesuatu yang haram, bid’ah, munkar, batil, dan syirik, maka jangan sampai kita takut menerangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat kebenaran (haq) kepada penguasa yang zalim.  Bukan dengan cara menghujat aib mereka di mimbar-mimbar, tidak dengan aksi orasi, demonstrasi, dan provokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia tampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasehat itu, maka itu yang terbaik. Dan apabila penguasa itu enggan, maka ia sungguh telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya” (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat keenam, tidak takut celaan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berat resiko dakwah yang Rasulullah dan sahabat alami. Mereka harus menderita karena mendapat celaan, ejekan, fitnah, boikot. Juga pengejaran, lemparan kotoran, dimusuhi, diteror, dan dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sakit hatinya kadang-kadang tidak mau menerima dengan penjelasan dakwah, maka para pendakwah harus sabar menyampaikan dengan ilmu dan hikmah. Jika dai mendapat penolakan dan cercaan jangan sampai mundur. Maka para penyeru tauhid, penyeru kebenaran jangan berhenti hanya dengan di cerca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut dengan siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan” (Al-Ahzab [33]: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat ketujuh, tidak suka meminta-minta sesuatu kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dicintai Allah, Rasul dan manusia, adalah mereka yang tidak meminta-minta. Seorang Muslim harus berusaha makan dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Seorang Muslim harus berusaha memenuhi hajat hidupnya sendiri dan tidak boleh selalu mengharapkan belas kasihan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil tali, lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia. Mereka bisa memberi atau tidak memberi” (Riwayat Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 7 wasiat Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menunaikannya. [Abu Hasan-Husain/diambil dari Majalah Suara Hidayatullah edisi Mei 2008/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-8231472373231076912?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/8231472373231076912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=8231472373231076912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8231472373231076912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8231472373231076912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/tujuh-wasiat-rasulullah.html' title='Tujuh Wasiat Rasulullah'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-4227709390509494556</id><published>2008-06-15T11:56:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:13:57.363+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Memimpin dengan Kesederhanaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SFSTgJdpC9I/AAAAAAAAACE/_jQdvxYCamI/s1600-h/natal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SFSTgJdpC9I/AAAAAAAAACE/_jQdvxYCamI/s200/natal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211952849279847378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sa’ad bin Al-Jamhi pernah diprotes rakyatnya karena selalu terlambat masuk kantor. Itu, karena ia tak memiliki pembantu dan harus membantu istrinya  memasak&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;--Sesaat setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam wafat, kaum Muslimin segera mencari pengganti untuk melanjutkan kepemimpinan Islam. Ketika itu Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu memegang tangan Umar bin Khaththab Ra dan Abu Ubaidah bin Jarrah Ra sambil mengatakan kepada khalayak, “Salah satu dari kedua orang ini adalah yang paling tepat menjadi khalifah. Umar yang  dikatakan oleh Rasulullah sebagai orang yang dengannya Allah memuliakan Islam dan Abu Ubaidah yang dikatakan Rasulullah sebagai kepercayaan ummat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Umar gemetar mendengar kata-kata Abu Bakar itu, seakan ia kejatuhan bara yang menyala. Abu Ubaidah menutup mukanya dan menangis dengan rasa malu yang sangat. Umar bin Khaththab lalu berteriak, “Demi Allah, aku lebih suka dibawa ke depan lalu leherku ditebas walau tanpa dosa, daripada diangkat menjadi pemimpin suatu kaum dimana terdapat Abu Bakar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Umar ini membuat Abu Bakar terdiam, karena tidak mengharapkan dirinya yang ditunjuk menjadi khalifah. Dia menyadari dirinya sangat lemah dalam mengendalikan pemerintahan. Tidak setegas Umar, dan tidak sebijak Abu Ubaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya pikiran dan perasaan semua orang terarah kepada Abu Bakar. Karena dialah sesungguhnya yang paling dekat ditinjau dari berbagai aspek untuk menduduki jabatan khalifah yang teramat berat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabrek alasan dapat dikemukakan untuk menunjuk Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dialah yang dianggap paling dekat dengan Rasulullah dan paling kuat imannya sesuai pernyataan Nabi, “Kalau iman seluruh ummat Islam ditimbang dengan iman Abu Bakar, maka lebih berat iman Abu Bakar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terangkatlah Abu Bakar sebagai khalifah pengganti Nabi Saw. Saat pertama kali Abu Bakar menginjakkan kaki di mimbar Rasulullah, ia hanya sampai pada anak tangga kedua dan duduk di situ tanpa berani melanjutkan ke anak tangga berikutnya, sambil berpidato, “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya aku diangkat menjadi pemimpin kalian, tapi aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat  baik maka bantulah aku. Dan jika aku berbuat kesalahan maka luruskanlah aku. Ketahuilah, sesungguhnya orang yang lemah di antara kalian adalah orang yang kuat di sisiku, hingga aku berikan hak kepadanya. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika aku durhaka, janganlah kalian taat kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang khalifah  berusaha menjaga wibawa kepemimpinan. Tapi dalam kedudukannya sebagai seorang pemimpin dia berusaha meyakinkan orang yang di bawah kepemimpinannya bahwa jabatan  adalah amanah yang menuntut tanggung jawab, bukan penguasaan. Penguasa adalah satu orang di antara ummat, bukan ummat dalam satu orang. Abu Bakar tidak menginginkan karena jabatan, dia jadi jauh dengan ummat. Sebaliknya, dia ingin semakin dekat dengan mereka. Terhadap ketentuan Nabi dia menyatakan, “Saya lebih rela diterkam serigala daripada merubahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran ketegangan yang terjadi pada waktu pemilihan jabatan. Semua orang menolak jabatan, padahal kapasitas para sahabat sangat memadai untuk memegang kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar wafat, Umar bin Khaththab disepakati tampil sebagai pengganti. Umar yang memegang amanah selama dua pelita (10 tahun) 6 bulan dan 4 hari berhasil menggurat sejarah yang merubah peta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki perkasa yang digambarkan kekuatannya saat menentang Islam di zaman jahiliyah sama dengan kekuatan seluruh kaum Quraisy, telah tampil dengan perkasa  pula di zaman Islam membela kebenaran, membayar dosa-dosa jahiliyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia larutkan dalam pengabdian mewujudkan pemerintah yang bersih dan bertanggung jawab. Kontrolnya berjalan efektif, sehingga seluruh rakyatnya tidak ada yang luput dari perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penduduk pinggiran kota kena paceklik, Umar sendiri yang memikul gandum di pundaknya, lalu mengantarkan ke rakyatnya yang tengah dilanda kelaparan. Lalu penduduk itu segera dipindahkan ke kota untuk mempermudah pemantauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di kota Madinah kedatangan kafilah yang membawa barang dagangan. Diajaknya Abdurrahman bin Auf menemani penjaga kafilah itu semalam suntuk. Tapi tidak jauh dari tempat kafilah itu ada bayi yang selalu menangis, tidak mau diam. Umar berulangkali menasihati bahkan memarahi ibunya karena tidak dapat mendiamkan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang anak itu lalu berkomentar bahwa, “Inilah kesalahan Umar karena hanya anak yang tidak menyusui yang diberi tunjangan, sehingga anak yang usianya baru beberapa bulan ini terpaksa saya sapih.” Umar sangat terpukul mendengar kata-kata ibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi imam shalat Subuh, bacaan ayatnya tidak jelas karena diiringi tangis. Usai shalat langsung diumumkan bahwa seluruh anak kecil mendapat tunjangan dari baitul mal, termasuk yang masih menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegas dan Sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ketegasan dan kesederhanaan dipegang kuat oleh Umar. Para gubernur yang bertugas di daerah cukup kewalahan dengan sikap itu. Pernah Amru bin Ash, gubernur yang sangat berjasa menaklukkan Mesir, diberi hukuman cambuk karena seorang rakyat Mesir melapor bahwa  dirinya pernah dipukul sang Gubernur. Orang yang melapor itu sendiri yang disuruh memukulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Abdulah bin Qathin, seorang gubernur yang bertugas di Hamash, dilucuti pakaiannya lalu disuruh menggantinya dengan baju gembala, kemudian disuruh menggembala domba beberapa saat. Sebelumnya ada yang diperintahkan membakar pintu rumahnya, karena salah seorang rakyatnya bercerita setelah ditanya oleh Umar tentang keadaan gubernurnya. Dia menjawab, “Cukup bagus, hanya sayangnya karena dia mendirikan rumah mewah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gubernur itu disuruh memasang kembali bajunya dan dipesan, “Kembalilah ke tempat tugasmu tapi jangan berbuat demikian lagi. Saya tidak pernah memerintahkan engkau membangun rumah besar,” tegas Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, terhadap gubernurnya yang sederhana, Umar sangat sayang. Seperti yang dilakukannya terhadap Sa’ad bin Al-Jamhi yang diprotes rakyatnya karena selalu terlambat membuka kantornya, tidak melayani rakyatnya di malam hari dan tidak membuka kantor sehari dalam seminggu. Itu dilakukan karena Sa’ad tidak memiliki pembantu sehingga dia membantu istrinya membuatkan adonan roti. Nanti setelah adonan itu mengembang, barulah berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad tidak melayani rakyatnya di malam hari karena waktu itu digunakan untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sengaja tidak membuka kantor sehari dalam seminggu kecuali di sore hari karena ia harus mencuci pakaian dinas dan menunggu hingga kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di zaman sekarang, model kepemimpinan seperti ini mungkin dianggap tidak efektif. Orang menyebutnya manajemen tukang sate, yakni harus mengiris daging sendiri, menusuk sate, dan membakarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu letak perbedaannya ada  pada pola pikir dan cara pandang. Para sahabat Nabi sangat takut terhadap pertanggungjawaban di akhirat. Sekecil apapun persoalan ummat menjadi perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebanyakan kepemimpinan saat ini dengan prinsip yang penting ada pembagian tugas, lalu pandai membuat laporan. Tidak peduli laporan itu fiktif atau bukan. Ditambah dengan lemahnya kontrol dan pemantauan, maka dimana-mana terjadi penyelewengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Wakil Presiden Adam Malik pernah bertutur, “Semua bisa diatur.” Artinya di depan umum selalu berbicara tentang supremasi hukum, namun dalam kenyataannya berpura-pura.&lt;br /&gt;Ini akibat tidak takut kepada Allah. Baginya bukan siksaan di akhirat yang mengerikan , tapi hanya risiko dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini terkadang menantang-nantang akhirat segala. Inilah yang dimaksudkan ayat  Allah dalam surat Az-Zumar ayat 45: “Dan apabila nama Allah yang disebut, kesallah orang-orang yang tidak percaya terhadap keberadaan akhirat. Tetapi apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, mereka tiba-tiba merasa gembira.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh dapat kita bayangkan seperti apa nasib negeri kita kalau orang-orang yang duduk di puncak kekusaan memiliki orientasi berpikir seperti itu. Sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak keliru bila ummat di zaman kini kembali berkaca kepada kesederhanaan sahabat. Alangkah mulianya pribadi Umar bin Khaththab yang membuat peraturan untuk para gubernurnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan memiliki kendaraan istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan memakai pakaian tipis (halus dan mahal harganya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan makan-makan  yang enak-enak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan menutup rumahmu bila orang memerlukanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dimaksudkan agar para gubernur dapat merasakan apa yang dirasakan oleh yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Semoga pemimpin di negeri ini dapat merenungi beratnya tanggung jawab memegang amanah rakyat. Bila tidak, bisa jadi akan diadili oleh mahkamah sejarah. Lebih mengerikan lagi tuntutan tanpa pembela di mahkamah akhirat nanti.* [Manshur Salbu. Diambil dari Rubrik “Hikmah” di Majalah Hidayatullah/ www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-4227709390509494556?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/4227709390509494556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=4227709390509494556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4227709390509494556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4227709390509494556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/memimpin-dengan-kesederhanaan.html' title='Memimpin dengan Kesederhanaan'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SFSTgJdpC9I/AAAAAAAAACE/_jQdvxYCamI/s72-c/natal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-875112102502273397</id><published>2008-06-15T11:53:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:09:42.166+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Bergaul Ketika Musim Natal Tiba</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran”. Ada “Tips Syariat Islam” dalam bergaul dengan orang non-Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Rina Abdul Latif dan Eka Zulkarnain&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;--Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran” jika tidak mengucapkan “Selamat Natal” kepada teman atau kenalan yang beragama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, cara-cara seorang Muslim bergaul dengan para pemeluk Kristen atau agama lain dibimbing oleh syari'ah untuk diamalkan sepanjang waktu, bukan hanya untuk hari yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, Allah menyukai jika hambanya berbuat baik kepada sesama manusia, siapapun dan apapun agamanya selama tidak menampakkan permusuhan terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (terjemahan surat Al-Mumtahanah [60]: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips praktis dari Syariat Islam mengenai bagaimana cara bergaul dengan orang yang memeluk agama selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memberikan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam pernah memberi makan seorang lelaki Yahudi yang sudah tua, buta, dan sakit-sakitan setiap hari sampai beliau ShallalLahu ‘alaihi wasallam wafat. Bahkan beliau menyuapi Yahudi tersebut dengan penuh kelembutan, padahal setiap kali beliau datang untuk menyuapinya, lelaki itu mencaci-maki beliau selama beliau menyuapinya. Lelaki itu tidak tahu kalau yang menyuapinya adalah orang yang ia caci-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam wafat dan Abu Bakar menggantikan beliau menyuapi lelaki tua tersebut, Abu Bakar memberi tahu bahwa orang yang ia caci-maki itu adalah orang yang selama ini menyuapinya dan sekarang sudah meninggal dunia. Yahudi itu menangis kemudian masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Mengucapkan ucapan kegembiraan atau memberi hadiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti kelahiran bayi, kenaikan pangkat, mendapat pekerjaan yang lebih baik, mendapat penghargaan atas prestasi, dan lain-lain yang tidak berhubungan langsung dengan masalah ibadah (ritual agama). Islam tidak melarang hal-hal tersebut, bahkan menganjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Menolong mereka ketika kesusahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pula yang pernah dilakukan Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam kepada lelaki Yahudi tua yang buta dan sakit-sakitan tersebut. Dalam hal ini termasuk yang sakit dan membantu mereka, membantu mereka yang miskin, terutama jika mereka adalah tetangga dekat, memberi air pada musim kekeringan jika mereka membutuhkan, memberikan beasiswa bagi anak-anak mereka yang tidak mampu, dan lain-lain tanpa menyuruh apalagi memaksa mereka memeluk Islam. Karena hidayah itu ada di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Menerima dan memakan makanan pemberian mereka selama tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi, daging sembelihan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, dan khamr berikut turunannya tentu haram kita terima. Jelaskan dengan cara yang baik kepada mereka kenapa kita menolaknya. Mudah-mudahan penjelasan kita bisa jadi jalan hidayah dari Allah. Unsur-unsur haram ini tetaplah haram, dari siapa pun kita mendapatkannya, apapun agamanya. Jadi, selama dapat dipastikan bahwa makanan pemberian mereka itu tidak ada unsur-unsur tersebut, halal bagi Muslim untuk memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka…” (Al-Maidah [5]: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Berlaku Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib radhialLahu ‘anhu mengadukan seorang Yahudi yang beliau duga telah mencuri baju besinya kepada hakim setempat. Dalam pengadilan di mana Ali dan Yahudi tersebut hadir, pengaduan Ali radhialLahu ‘anhu tersebut tidak diterima, sebab Ali tidak menghadirkan saksi pencurian tersebut. Mendengar putusan hakim tersebut, Yahudi tersebut terkejut, karena sebelumnya ia sangat yakin bahwa pengadilan akan berpihak pada Ali radhialLahu ‘anhu, yang di samping ia seorang muslim, juga khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di muka pengadilan tersebut, ia mengakui bahwa ialah yang mencuri baju besi Ali radhialLahu ‘anhu tersebut. Pengakuan itu diikuti dengan pernyataan keislamannya. Akhirnya Ali bin Abi Thalib memberikan baju besi tersebut sebagai ungkapan kegembiraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Aqidah: Tidak Ada Kompromi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun hal-hal yang bersentuhan dengan masalah keyakinan, maka dalam Islam ada rambu-rambunya pula. Setiap perkataan dan sikap yang mengandung makna persetujuan dengan keyakinan mereka yang berseberangan dengan aqidah Islam, maka hal tersebut dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengucapkan Selamat Natal dan Menghadiri Perayaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Natal bagi pemeluk Kristen pada zaman ini bermakna mengingat dan merayakan hari yang mereka yakini sebagai hari kelahiran Yesus yang mereka anggap Tuhan. Menghadiri atau memberi selamat Natal kepada pemeluk Kristiani tentu saja merupakan ungkapan persetujuan bahkan bahagia atas makna tersebut. Tidak bisa tidak. Padahal Islam mengatakan bahwa Isa (Yesus) adalah nabi dan rasul utusan Allah Subhana wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih yang mengatakan bahwa boleh mengucapkan selamat Natal dengan niat hanya menghormati mereka sebagai manusia, tidak dapat diterima baik secara logika ataupun secara bahasa. Karena logika dan bahasa menunjukkan ucapan selamat merupakan keterlibatan jiwa (perasaan) orang yang mengucapkan selamat bahwa ia ikut merasakan kebahagiaan, sesuatu yang bahkan melebihi persetujuan atas apa yang diselamati. Bukan bahagia tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pantaskah seorang yang telah bersaksi bahwa tiada sembahan selain Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, menyampaikan rasa bahagia ketika Allah disekutukan dengan yang lain? Karena bagi mereka Isa adalah “Tuhan”, sekaligus “anak Tuhan”. Mereka menyebut dengan jelas: “Tuhan Yesus!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar radhiaLlahuanhu pernah membuat pernyataan yang menegaskan betapa besar dan beratnya kesyirikan kaum Kristen ini karena mengatakan “tuhan itu tiga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menghadiri Peribadatan Mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri peribadatan adalah pengakuan yang nyata atas dasar keyakinan seluruh peserta berikut pemuka agama yang memimpin peribadatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal di atas termasuk ke dalam hal-hal yang Allah peringatkan dalam Surat Al Kafirun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kedua penulis adalah guru Al-Quran di sebuah madrasah di Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-875112102502273397?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/875112102502273397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=875112102502273397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/875112102502273397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/875112102502273397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/tips-bergaul-ketika-musim-natal-tiba.html' title='Tips Bergaul Ketika Musim Natal Tiba'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-4813558426037895398</id><published>2008-06-15T11:40:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:01:39.171+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Kapolri Anggap AKKBB Cari Masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kepada anggota dewan di Gedung DPR, Jakarta Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto menganggap AKKBB cari masalah di kasus Monas&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;—Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, insiden bentrokan Monas karena  Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tak mengikuti peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolri, jika saja mengikuti rute yang sudah disepakati, maka insiden tersebut tidak akan terjadi. Rute yang seharusnya dilalui AKKBB, jelas dia, Gambir-Kedubes AS-Air Mancur-BI-Thamrin-HI. Di lokasi tersebut sudah ditempatkan sekitar 400 personel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rute-rute tersebut sudah diamankan, tapi AKKBB tidak menepati janji. Kalau menepati rute mereka, pasti tidak akan terjadi (bentrokan). Kalau polisi dibilang tidak siap, tidak tepat. Mereka (AKKBB) sendiri yang cari masalah," ujar Kapolri menjawab pertanyaan anggota Dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kepolisian sendiri menurunkan sekitar 10.000 hingga 14.000 orang. Sementara jumlah massa yang melakukan aksi 6.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman, Kamis (12/6) mengatkan, AKKBB memiliki andil terjadinya kekerasan di Monas. Sebab AKKBB memasuki kawasan Monas tanpa izin. "Paling tidak, mereka harus meminta izin. Sebab apa yang mereka lakukan bukan ujuk rasa, tapi mengikuti kegiatan," kata Adang Firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adang Firman, ketentuan mengikuti kegiatan berbeda dengan ujuk rasa. Kegiatan di muka umum harus ada izin. Sementara untuk unjuk rasa, cukup memberitahukan, tanpa perlu izin. Adang mengategorikan apa yang dilakukan AKKBB pada tanggal 1 Juni lalu sebagai kegiatan, bukan unjuk rasa, sehingga perlu izin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Protes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq melakukan protes dengan menolak diperiksa dan mencabut keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mendapat tanggapan positif dari Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Habib Rizieq ini dilakukan sebagai bentuk protes karena polisi tidak memeriksa pihak Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama (AKKBB) terkait dengan insiden Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolda, untuk menuntaskan penyidikan kasus insiden kekerasan di Monas, Minggu 1 Juni lalu, Kapolda juga akan memeriksa AKKBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan panggil AKKBB. Sudah kita proses pemanggilannya. Paling tidak yang akan kita panggil adalah penanggungjawabnya dulu," ungkap Adang Firman. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-4813558426037895398?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/4813558426037895398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=4813558426037895398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4813558426037895398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4813558426037895398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/kapolri-anggap-akkbb-cari-masalah.html' title='Kapolri Anggap AKKBB Cari Masalah'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-6207174518584819218</id><published>2008-06-15T11:36:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:04:52.078+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Polling FPI di Liputan6.com “Raib”</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Polling “pembubaran” FPI di  Liputan6.com tiba-tiba “raib”. Sebelumnya, hasil polling di situs stasiun TV itu justru tak menginginkan FPI dibubarkan!&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;--Tanpa ada pemberitahuan yang jelas, polling pembubaran FPI di Liputan6.com tiba-tiba “raib”. Sebagaimana diketahui sebelumnya situs ini menyediakan polling terbuka untuk menjaring sikap masyarakat tentang keberadaan Front Pembela Islam (FPI) terkait kasus Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI diburkan?” Begitu Liputan6.com  mengawali polling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kasus Monas, 1 Juni 2008 lalu, setidaknya ada empat media online membuat polling serupa. Selain Liputan6.com, ada situs detik.com, situs milik PBNU, www.nu.or.id dan Republika online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengagetkan, umumnya hasil polling keempat media itu menunjukkan ketiksetujuan responden membubarkan FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan www.hidayatullah.com Selasa pagi,  10 Juni 2008 hasil polling Liputan6.com menunjukkan, 59% (atau 89.126 pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan). Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, jumlah peserta polling yang memilih opsi menolak pembubaran FPI justu semakin meningkat, sehingga menjelang pukul 3:00, mereka yang menolak pembubaran FPI merangkak menjadi 60%, sedangkan yang menolak 40%. Namun kemudian, esoknya, tampilan polling itu “raib” entah ke mana. Tidak ada pengumuman mengapa polling ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan polling di Detik.com hasilnya menunjukkan pihak yang enggan FPI dibubarkan masih tetap unggul. Sekitar 56, 76 % dengan pemilih sebanyak 26022 orang. Sedangkan pihak yang menginginkan FPI bubar meraih 43,24% dengan pemilih sebanyak 19826 orang.&lt;br /&gt;Adapun Polling di www.republika.co.id, mereka yang menginginkan FPI tidak dibubarkan melejit menjadi 85,5%. Di www.nu.or.id dukungan agar FPI tidak dibubarkan juga meningkat dari 59 % menjadi 62%.  Yang tak menginginkan FPI dibubarkan beralasan, "keberadaannya harus tetap dipertahankan guna menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok  liberal." [thoriq/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-6207174518584819218?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/6207174518584819218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=6207174518584819218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6207174518584819218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6207174518584819218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/polling-fpi-di-liputan6com-raib.html' title='Polling FPI di Liputan6.com “Raib”'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-1345208483667527239</id><published>2008-06-15T11:30:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:05:19.624+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>MUI: Kitab-Kitab Ahmadiyah Harusnya Ditarik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Meski mengatakan Ahmadiyah tetap diperbolehkan beribadah pasca penerbitan SKB Ketua Dewan Fatwa  MUI, Ma'ruf Amin menyerukan pemerintah menarik  kitab suci Ahmadiyah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Meski mengatakan Ahmadiyah tetap diperbolehkan beribadah pasca penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang larangan berkegiatan untuk Ahmadiyah, Ketua Dewan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin tetap menyerukan pemerintah agar segera menarik kitab-kitab suci Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ma'ruf tidak menyebutkan alasan mengapa kitab harus ditarik, namun dia menegaskan bahwa di dalam SKB Ahmadiyah jelas-jelas tidak diperbolehkan menyebarluaskan ajaran agamanya, termasuk kitab Tadzkirah yang berpotensi menjadi sumber penyebaran ajaran. "Ya, betul, kitab-kitab harusnya ditarik," ujar Ma'ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, Ma'ruf mengatakan bahwa MUI akan terus melakukan evaluasi terhadap SKB dan membentuk tim pemantau terhadap pelaksanaan SKB oleh Ahmadiyah. "MUI belum membuat apa-apa, hanya mendengarkan saja. SKB kami terima karena sesuai UU. Tugas kita sekarang adalah memantau," Ma'ruf menegaskan. [sya/www.hidayatullah.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-1345208483667527239?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/1345208483667527239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=1345208483667527239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/1345208483667527239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/1345208483667527239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/mui-kitab-kitab-ahmadiyah-harusnya.html' title='MUI: Kitab-Kitab Ahmadiyah Harusnya Ditarik'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-6544741999030528199</id><published>2008-06-15T11:27:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:06:07.138+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Provokasi, Sekali Lagi Provokasi! [2]</title><content type='html'>Presiden menanggapi peristiwa Monas seakan kudeta. Kedubes AS pun melibatkan diri. Padahal itu tawuran biasa yang selalu terjadi di Indonesia. Ada apa? SKB sudah terbit. Tapi peristiwa ini adalah “pelajaran!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh: Amran Nasution *&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prolog:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat usai kejadian bentrokan Monas, John Heffern, Kuasa Usaha Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta ikut-ikutan sibuk mengunjungi korban dari AKKBB di Rumah Sakit Gatot Subroto. Keesokan hari, Kedubes mengirimkan pernyataan resmi ke media massa mengutuk aksi kekerasan Monas. Belum cukup. Pernyataan itu mengajari Pemerintah Indonesia agar menjunjung kebebasan beragama bagi warganya sesuai UUD. Itu jelas intervensi urusan dalam negeri Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Amerika masih punya keberanian moral mengutuk kekerasan Monas, sementara negaranya adalah imperium kekerasan yang sudah membunuh 1 juta manusia di Iraq. Saat tulisan ini diturunkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut-ikutan menyorot kasus Ahmadiyah. Lantas, apa maksud dari dukungan moral itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Memang Jagonya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campur tangan mereka yang begitu jauh tentu karena alasan lain. Itu harus dirujuk kepada war on terror (perang melawan teror) yang diproklamirkan Presiden George Bush setelah penyerangan Menara Kembar WTC oleh kelompok teroris 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya itulah perang untuk menguber para teroris sampai ke mana pun. Nyatanya sampai sekarang Usamah Bin Ladin dan Ayman Al-Zawahiri masih tak bisa tertangkap. Sementara Afghanistan dan Iraq sudah remuk-redam. Negeri kaya minyak Iraq, oleh perbuatan Amerika, kini menjadi negara gagal (failed-state)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proklamasinya Bush mengatakan bahwa perang itu adalah crusade atau Perang Salib, yaitu perang tentara Kristen melawan Islam 1000 tahun lalu untuk memperebutkan Jerusalem. Itulah nyatanya yang dilakukan Presiden Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iraq, kelompok Suni diadunya dengan Syiah. Begitu pula di Libanon. Arab Saudi ditakut-takuti dengan bahaya nuklir Iran. Orang Islam dibaginya dua: good Muslim dan bad Muslim. Good Muslim, katanya, orang Islam yang modern, menerima nilai demokrasi, terbuka dan moderat. Sedang bad Muslim kolot, anti-demokrasi, fanatik, tak toleran, ingin mendirikan negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya good Muslim  adalah orang Islam yang mau mendukungnya. Mereka menjadi bad Muslim kalau bersikap independen dari pengaruhnya (Lihat Mahmood Mamdani dalam Good Muslim, Bad Muslim – America, the Cold War, and the Roots of Terror. Three Leaves Press, Doubleday, New York, 2005). Dalam konteks inilah campur tangan Kedubes Amerika dalam mendukung AKKBB, bisa dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum FPI Habib Riziek Shihab atau pimpinan Laskar Islam Munarman jelas masuk kategori bad Muslim. Habib Rizieq selalu memimpin demonstrasi anti-Amerika. Munarman, bekas tokoh YLBHI itu, adalah orang paling gigih berkampanye mengusir proyek NAMRU-2 dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak NAMRU-2 sudah lama berakhir di Indonesia. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menentangnya, tapi proyek Angkatan Laut Amerika itu tetap bertahan karena di Istana banyak pendukungnya. Padahal proyek itu tampaknya tak lain untuk kepentingan perang kuman Amerika yang tak ada untungnya bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di kelompok AKKBB bergabung banyak good Muslim. Beberapa di antara mereka adalah tokoh yang pada 1998 terlibat menerima dana 26 juta dollar dari badan bantuan pemerintah Amerika, US-AID, seperti Adnan Buyung Nasution dan kawan-kawan (The New York Times, 20 Mei 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sikap Kedubes Amerika dan Presiden SBY seperti itu, maka penangkapan Habib Riziek dan kelompoknya dilakukan polisi amat berlebihan. Inilah untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, 1500 polisi dikerahkan hanya untuk menangkap demonstran tawuran. Pagi itu, kantor FPI di kawasan Petamburan dikepung seakan sarang teroris yang memiliki senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu rupanya diperlukan agar suasana terlihat mencekam. Agar FPI terlihat jelek dan menakutkan di mata masyarakat. Apalagi sejak peristiwa Monas organisasi Islam itu sudah dihancurkan oleh pemberitaan gencar media massa. Ia dicitrakan sebagai organisasi preman yang meresahkan agar bisa dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Mallarangeng dan adiknya, Rizal Mallarangeng dari Freedom Institute, tak segan tampil berdua di sebuah stasiun televisi hanya untuk menyerang FPI dengan emosional. Singkat cerita, tujuannya untuk membunuh karakter FPI. Di mata dua kakak-beradik ini tak ada kerjaan FPI yang lain kecuali kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal FPI dan para tokohnya termasuk pihak awal turun ke Aceh ketika tsunami menyerang. Mereka yang mengevakuasi mayat berserakan, bukan Adnan Buyung Nasution atau Marsilam Simanjuntak. Mereka turun menolong rakyat kebanjiran di Jakarta,  bukan Rizal Mallarangeng atau Asmara Nababan. Pengajian mereka berlangsung rutin. Habib Rizieqsering berkeliling Indonesia untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam hal provokasi Amerika jagonya. James Petras, Profesor (emeritus) sosiologi di Binghamtom University, New York, Mei lalu, menulis artikel menarik, Provocations as Pretexts for Imperial War: From Pearl Harbor to 9/11. Di situ ditelanjangi bagaimana pemerintah Amerika memprovokasi rakyatnya dan masyarakat internasional dengan dalih atau bukti palsu agar mereka mendukung perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dilakukan Presiden Franklin Roossevelt dalam penyerangan Jepang atas Hawai yang menjadi alasan Amerika terlibat dalam Perang Dunia II, Presiden Truman untuk Perang Korea, Presiden Lyndon Johnson dalam insiden Teluk Tonkin untuk melegitimasi Perang Vietnam, dan Presiden Bush dengan senjata pemusnah massal untuk menyerang Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam insiden Teluk Tonkin, misalnya, Menteri Pertahanan McNamara melapor ke Kongres bahwa hari itu, 4 Agustus 1964, kapal perang Amerika telah bentrok dengan patroli laut Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Insiden terjadi karena lambung kapal USS Maddox dirobek peluru senapan mesin kaliber 14,5 mm yang ditembakkan kapal patroli Vietnam. Rakyat Amerika terprovokasi dan marah. Tiga hari kemudian Kongres memberi mandat kepada Presiden Johnson untuk berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal insiden Teluk Tonkin cuma karangan. Itu terbukti dari berbagai dokumen yang belakangan bisa dibuka. Salah satunya, laporan National Security Agency (NSA) dibuka tahun 2005, menyebutkan kapal patroli Vietnam tak pernah bertemu USS Maddox, apalagi terlibat tembak-tembakan. Foto robeknya lambung USS Maddox sebagai bukti, betul-betul hasil rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga cara Presiden Bush mengelabui rakyat Amerika dan dunia tentang senjata pemusnah massal di Iraq dan hubungan Saddam Hussein dengan “teroris” Al-Qaidah Semua palsu dan rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditulis Profesor James Petras, provokasi menimbulkan kerugian tak kepalang. Perang Vietnam menyebabkan 4 juta penduduk Vietnam dan Indochina terbunuh. Jutaan lainnya terluka. Amerika sendiri: 54.000 serdadu tewas, setengah juta lainnya cedera. Tapi yang paling menyakitkan, Amerika kalah perang. Tentaranya harus melarikan diri dari Saigon pada 1975. Sungguh memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di Iraq. Perang menyebabkan lebih 4000 tentaranya terbunuh, hampir 30.000 cedera, dan sebagian harus dirawat seumur hidup karena gangguan mental. Profesor Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi 2001, memperhitungkan perang Iraq menghabiskan dana 3 trilyun dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang itulah yang menyebabkan Amerika dibenci rakyat dunia – termasuk Eropa. Ekonominya morat-marit dan kini dilanda krisis. Bertahun-tahun neraca perdagangannya negatif lalu hidup dari menumpuk utang. Negeri ini menjadi pengutang terbesar di dunia. Utang luar negerinya saja 9 trilyun dollar, terutama kepada China dan negara Timur Tengah. Pengangguran melonjak, bulan ini sudah5,5%. Naik 0,5 % dibanding sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerbuan Iraq pula yang menyebabkan harga minyak bumi melonjak – selain faktor naiknya permintaan. Soalnya, karena masalah keamanan sampai sekarang pasokan minyak Iraq belum mencapai tingkat produksi sebelum perang. Proyek Presiden Bush membuat biofuel  dari jagung dengan subsidi besar sebagai alternatif minyak bumi mengakibatkan harga pangan melonjak. Dunia terancam resesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan bermunculan banyak artikel dan buku yang meramalkan masa kejayaan Amerika Serikat sudah berakhir, ditulis bukan orang sembarang. Amerika tak akan lagi memimpin dunia. Di antaranya, Day of Reckoning - How Hubris, Ideology, and Greed Are Tearing America Apart (oleh Patrick J. Buchanan), The Post-American World (Fareed Zakaria), The Squandering of America (Robert Kuttner),  Bad Money – Reckless Finance, Failed Politics and the Global Crisis of American Capitalism (Kevin Phillips), atau The Second World: Empires and Influence in the New Global Order (Parag Khanna).&lt;br /&gt;Meski demikian rupanya cara-cara provokasi dari negeri calon bangkrut itu masih dicoba di Indonesia. Korbannya adalah FPI dan kawan-kawan. Mereka menjadi Kiranjit Ahluwalia. [Habis/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis Direktur Institute For Policy Studies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-6544741999030528199?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/6544741999030528199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=6544741999030528199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6544741999030528199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6544741999030528199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/provokasi-sekali-lagi-provokasi-2.html' title='Provokasi, Sekali Lagi Provokasi! [2]'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-8331519016805442967</id><published>2008-06-12T19:43:00.003+08:00</published><updated>2008-06-12T19:46:21.027+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Provokasi, Sekali Lagi Provokasi! [1]</title><content type='html'>Presiden menanggapi peristiwa Monas seakan kudeta. Kedubes AS pun melibatkan diri. Padahal itu tawuran biasa yang selalu terjadi di Indonesia. Ada apa? SKB sudah terbit. Tapi peristiwa ini adalah “pelajaran!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Amran Nasution *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Kiranjit Ahluwalia memang membunuh Deepak. Suatu malam di bulan Mei 1989, ketika sang suami tidur lelap ia siram kedua kakinya dengan bensin, ia sulut dengan korek api. Lima hari kemudian, Deepak menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Wanita beranak dua itu pun ditangkap polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya peristiwa di Southall, pinggiran barat London ini, dianggap pembunuhan biasa. Pengadilan memvonis wanita asal Punjab, India, yang berimigrasi ke Inggris itu, dengan hukuman seumur hidup. Tapi guru bahasa Inggrisnya di penjara melaporkan kasusnya kepada seorang pengacara berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini cerita menjadi seru. Terutama setelah kelompok pembela hak perempuan Asia dan kulit hitam, Southall Black Sisters, aktif berdemonstrasi membela Kiranjit agar dibebaskan dari penjara. Pers berebut meliputnya, para ahli hukum memperdebatkannya, para kolumnis menganalisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kiranjit adalah kisah wanita Timur yang tabah, mengabdi kepada suami, menjaga martabat keluarga, tapi provokasi demi provokasi dari Deepak berujung pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deepak pecandu alkohol berat, punya hobi menyiksa istri. Kalau sudah marah apa yang ada di tangannya ia pukulkan, dan itu sering terjadi di depan mata dua anak mereka yang masih kecil. Ke mana pun Kiranjit lari, ia kejar sampai dapat dan babak-belur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi di malam nahas. Setelah puas menyiksa istrinya Deepak tertidur dalam mabuk beratnya. Ketika itu Kiranjit berpikir, baik kalau kaki Deepak ia bakar agar tak mampu lagi mengejarnya. Dengan demikian ia bisa lepas dari siksaan. Maka wanita yang sehari-hari bekerja menyortir surat di sebuah kantor pos, membakar kaki suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan banding pada 1992, memvonis bebas Kiranjit yang telah tiga tahun mendekam di penjara. Hakim berpendapat ia memang tak berniat membunuh.  Kata Kiranjit di depan sidang, ‘’Saya tak pernah berencana membunuhnya. Saya hanya ingin ia berhenti menyakiti saya.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hakim, peristiwa terjadi karena Kiranjit menderita depresi berat akibat perlakuan Deepak. Vonis ini kemudian seperti ditulis The Guardian, 4 April 2007, menjadi preseden sejarah hukum di Inggris.  Tahun lalu, sutradara asal India di London, Jag Mundhra, mengangkat tragedi ini ke dalam film berjudul: Provoked: A True Story (Provokasi: Sebuah Kisah Nyata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diamati peristiwa Monas (Monumen Nasional), Minggu, 1 Juni 2008, kelompok Front Pembela Islam (FPI) adalah Kiranjit: pihak yang melakukan tindakan melawan hukum akibat tak tahan menghadapi provokasi demi provokasi para tokoh liberal yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok Islam ini – termasuk MUI – sudah lama menjadi bulan-bulanan pemberitaan media massa yang lebih berpihak kepada kelompok liberal dan isu-isu yang mereka bawa. Mulai kasus RUU Pornografi dan Pornoaksi, berbagai aliran sesat, dan terakhir Ahmadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageAdnan Buyung Nasution, misalnya, seenaknya bilang MUI supaya dibubarkan karena mengeluarkan fatwa Ahmadiah. Penasehat Presiden itu mengejek-ejek salah seorang tokoh MUI yang tak lain koleganya sesama penasehat Presiden. Padahal dalam pandangan kelompok Islam ini, MUI harus dihormati karena merupakan kumpulan para ulama. Buyung beberapa kali menantang-nantang mereka dengan sangat emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan para aktivis liberal di koran, majalah, atau wawancara di televisi, selalu menyerang atau mengejek-ejek mereka atau sesuatu yang mereka yakini dan muliakan. Di dalam selebaran untuk mengerahkan pendukungnya ke Monas, 1 Juni 2008, AKKBB menuduh kelompok anti --Ahmadiah adalah anti-- UUD dan Pancasila serta persatuan nasional. Mereka akan memaksakan rencana mendirikan negara Islam, mengganti dasar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pernyataan tercantum 289 nama, sejumlah di antaranya tokoh terkenal. Mulai Gus Dur, Goenawan Mohamad, Adnan Buyung Nasution, Marsilam Simanjuntak, Asmara Nababan, Rahman Tolong, Ulil Abshar Abdala, sampai Syafii Maarif dan Amien Rais.  Selebaran dimuat di koran sebagai iklan, selain tersebar ke mana-mana. Itu amat meresahkan FPI, FUI, dan lainnya yang sejak lama berpendapat Ahmadiah harus dilarang karena mencederai Islam. Sebagaimana Kiranjit mereka tampaknya terus diprovokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat wajar polisi berusaha agar massa kelompok FPI dan AKKBB tak bertemu ketika 1 Juni 2008, keduanya melakukan demonstrasi.  Kenyataannya kelompok AKKBB tak peduli. Mereka seakan ingin berhadapan dengan kelompok FPI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedutaan Besar Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageSiang itu di depan Istana Merdeka, massa Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), FPI, MMI, dan FUI, melakukan demo anti-kenaikan harga BBM. Dari arah Hotel Indonesia muncul massa AKKBB yang berdemo menentang pelarangan Ahmadiyah. Dari pengeras suara di atas mobil terdengar suara mengejek FPI sebagai ‘’laskar kapir’’, ‘’laskar setan’’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokasi itu menyebabkan kelompok massa FPI yang dipimpin Munarman kehilangan kesabaran. Meski salah seorang dari massa AKKBB mengeluarkan pistol dan menembakkannya ke atas sampai empat kali, tak ada gunanya. Saat itu pistol lebih berfungsi sebagai alat provokasi daripada pencegahan. Terjadilah insiden. Sejumlah massa AKKBB terluka, beberapa sempat dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentrokan sesungguhnya kecil saja. Setidaknya lebih kecil dibanding banyak kerusuhan pemilihan kepala daerah (Pilkada).  Di Ternate, Maluku Utara, misalnya, sejumlah rumah dibakar. Sebelumnya, dalam pemilihan Bupati Tuban, Jawa Timur, bukan cuma rumah, pendopo bupati, kantor KPU, kantor partai, mobil dan beberapa properti lain dibakar. Apalagi kalau dibandingkan dengan kerusuhan Ambon, Poso, atau pembantaian orang Madura di Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini hiruk-pikuknya bukan kepalang. Koran, radio, dan televisi menjadikannya berita utama dengan tema menyerang kelompok FPI. Ormas itu harus dibubarkan karena merupakan organisasi kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking bersemangat, koran TEMPO memuat mencolok foto Munarman mencekik seseorang yang disebutnya anggota AKKBB, tanpa pengecekan. Ternyata Munarman sedang berusaha mencegah anggotanya sendiri berbuat anarkis. Berita foto itu sangat menjatuhkan Munarman dan tampaknya akan menjadi kasus hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi menuntut pembubaran FPI pecah di pelbagai daerah terutama di Jawa Timur, basis Gus Dur. Berbagai tindak kekerasan diterima FPI daerah. Malah di Banyuwangi, mucikari dan pelacur turut berpartisipasi mendemo FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan negara dalam keadaan darurat, Presiden SBY tampil menyampaikan pernyataan resmi dari Istana. ‘’Negara tak boleh kalah oleh kekerasan,’’ katanya. Gaya penampilan Presiden, mimiknya, tekanan kalimatnya, menggambarkan seakan FPI dan kelompoknya telah melakukan kudeta. Gaya Presiden yang berlebihan itu tambah memojokkan FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImagePadahal kalau bentrok begitu saja harus ditanggapi Presiden langsung, setiap hari ia harus tampil. Ikutilah radio atau televisi, hampir setiap hari ada bentrok massa. Penyebabnya macam-macam, mulai Pilkada, demonstrasi BBM, tawuran antar-kampus atau antar-sekolah, tawuran antar-geng motor, rebutan lahan parkir, sampai sengketa tapal batas desa. Penyerbuan polisi ke Universitas Nasional, sebelumnya jauh lebih keras dari peristiwa Monas. Tapi Presiden diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas bentrokan Monas menguntungkan pemerintah. Soalnya, FPI, Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), dan ormas Islam lainnya, merencanakan demonstrasi besar-besaran anti-kenaikan harga BBM mulai 6 Juni 2007. Demonstrasi itu akan diteruskan dengan gerakan mogok massal nasional. Berbagai persiapan sudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika polisi menggerebek kantor FPI ditemukan segepok selebaran berjudul, ‘’Lumat SBY-YK’’. Lumat singkatan lima tuntutan ummat: batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga sembako, nasionalisasi aset negara yang dikuasai asing, bubarkan dan nyatakan Ahmadiyah sebagai organisasi terlarang, dan usir NAMRU-2 dari Indonesia serta bersihkan kabinet dari antek Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tema yang mereka usung, gerakan itu akan merepotkan pemerintah sekalian menyulut gerakan anti-Amerika di Indonesia. Aksi itu rupanya harus dicegat jangan sampai terjadi maka meletuslah peristiwa Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah aktivitas Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta. John Heffern, Kuasa Usahanya, sibuk mengunjungi korban dari AKKBB di Rumah Sakit Gatot Subroto. Keesokan hari, Kedubes mengirimkan pernyataan resmi ke media massa mengutuk aksi kekerasan Monas. Belum cukup. Pernyataan itu mengajari Pemerintah Indonesia agar menjunjung kebebasan beragama bagi warganya sesuai UUD. Itu jelas intervensi urusan dalam negeri Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin orang-orang Kedubes itu masih punya keberanian moral mengutuk kekerasan Monas, sementara negaranya adalah imperium kekerasan yang sudah membunuh 1 juta manusia di Iraq. Menangkap, menahan, dan menyiksa ratusan orang di Guantanamo, tanpa mengadilinya lalu diam-diam melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas Naomi Wolf, aktivis dan kolumnis dari New York, penulis buku laris The Beauty Myth, menuduh negeri itu sedang menuju pemerintahan fasis (fascist shiff). Riset yang dilakukan wanita ini menemukan seluruh ciri-ciri pemerintahan Hitler di Jerman, Mussolini di Italia, dan Augusto Pinochet di Chili, ada pada pemerintahan Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka mengajari kebebasan beragama di Indonesia, padahal banyak pendeta dan pengikut Mormon mendekam di penjara Amerika karena melakukan poligami sesuai ajaran agama yang mereka yakini. Apa beda mereka dengan Ahmadiah? Pendeta David Koresh dan puluhan pengikutnya diledakkan polisi federal FBI sampai terbakar berkeping-keping karena mendirikan sekte Kristen sendiri. Masih ada cerita lain yang mengerikan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Guantanamo, Al-Quran mereka cemplungkan ke dalam WC – seakan hal lumrah – agar orang yang mereka periksa marah dan bicara terbuka. Dari pengakuan eks tahanan Guantanamo yang telah bebas, penghinaan Al-Quran jadi metode pemeriksaan tersendiri, selain berbagai model penyiksaan lainnya seperti waterboarding, menyiramkan air ke wajah sehingga korban sesak bernapas seakan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iraq, tentaranya latihan menembak dengan Al-Quran sebagai target. Apakah mereka masih berhak bicara kebebasan beragama? [berlanjut/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-8331519016805442967?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8331519016805442967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8331519016805442967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/provokasi-sekali-lagi-provokasi-1.html' title='Provokasi, Sekali Lagi Provokasi! [1]'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-2331693095896522781</id><published>2008-06-06T20:18:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:06:37.710+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Wartawan Harus Berkomintmen terhadap Islam</title><content type='html'>Tugas setiap wartawan Muslim adalah dakwah. Karena itu dalam melakukan pekerjaan, mereka harus menyampaikan kebenaran tanpa memanipulasi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur dalam tabligh akbar di Masjid Al Azhar, Kemayoran Jakarta. Tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam (FUI) ini berlangsung usai shalat Jumat itu dihadiri ratusan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan Ferry Nur ini disampaikan setelah mencermati liputan berbagai media massa –khususnya TV—yang sudah mulai tidak bersikap jujur dan adil dalam masalah sebenarnya yang terjadi dalah kasus FPI. Ferry banyak menjelaskan sisi-sisi lain jasa FPI bagi bangsa Indonesia di luar kasus yang kini sedang disoroti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ferry, FPI juga punya jasa-jasa bagi kemanusiaan. Mereka membantu menanggulangi banjir Jakarta, mereka juga pernah ke Aceh saat tsunami. FPI menemukan jasad pejabat polisi Aceh yang hilang saat tsunami. "Di mana ketika itu Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)," katanya.  Rasa adil itulah yang tidak ia lihat dalam  media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Masjid Al Azhar, tabligh akbar secara serentak juga dilaksanakan di beberapa masjid di seluruh Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ferry, tokoh Islamenyampaikan orasi adalah; Rusdi Hamka, Ketua KISDI Ahmad Sumargono, Ketua HTI Al Khathat, KH Cholil Ridwan, Mashadi, Pimpinan Pondok Pesantren Assafiiyah Abdullah Rasyid Syafi'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara tabligh akbar, puluhan tokoh Islam dan ulama itu langsung berangkat menuju Kapolda guna menjenguk Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.  [Sur/cha/www.hidayatullah.com]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-2331693095896522781?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/2331693095896522781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=2331693095896522781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2331693095896522781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2331693095896522781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/wartawan-harus-berkomintmen-terhadap.html' title='Wartawan Harus Berkomintmen terhadap Islam'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-4057099904760999107</id><published>2008-06-06T20:13:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:07:03.301+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Usai acara Tabligh Akbar, Puluhan Tokoh Islam Jenguk Habib Rizieq</title><content type='html'>Usai tabligh akbar, puluhan tokoh Islam dan ulama langsung berkunjung menuju tempat Habib Rizieq ditahan. Sempat terkumpul uang lima juta&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Setelah mengikuti tabligh akbar, puluhan tokoh Islam dan ulama langsung menuju Mapolda Metro Jaya. Sejumlah tokoh Islam dan ulama itu adalah mereka yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantara mereka adalah Ketua KISDI Ahmad Sumargono, Ketua HTI Ahmad Al Khathat, KH Cholil Ridwan, dan Pimpinan Pondok Pesantren Assafiiyah Abdullah Rasyid Syafi'i.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, peserta tabligh akbar sempat mengumpulkan sumbangan uang sebesar Rp5.005.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang sebesar itu merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari jamaah yang hadir dalam tablig akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uang ini dimaksudkan untuk membantu keluarga anggota FPI yang sedang ditahan," jelas kata Pimpinan Pondok Pesantren Assafiiyah Abdullah Rasyid Syafi'i usai tabligh akbar. [Sur/okz/cha/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-4057099904760999107?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/4057099904760999107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=4057099904760999107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4057099904760999107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/4057099904760999107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/usai-acara-tabligh-akbar-puluhan-tokoh.html' title='Usai acara Tabligh Akbar, Puluhan Tokoh Islam Jenguk Habib Rizieq'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-5571948949540472577</id><published>2008-06-06T20:06:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:07:22.193+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>KH. Hasyim Muzadi: “Trisula” yang Hancurkan Islam</title><content type='html'>Ketua PBNU, KH. Hasyim Muzadi mengatakan, Islam dihancurkan oleh kelompok “Trisula”. Mereka adalah Islam fundamentalis, Islam Liberal dan sinkretis&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Berbagai konflik dan kerusuhan yang ada di Indonesia yang sebagian besar dihuni oleh umat Islam ini diduga didalangi oleh aktor-aktor yang bermain di belakang layar untuk mengamankan kepentingan mereka atas sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang Islam dilumpuhkan, sumber dayanya diambil. Orang Indonesia dibuat tak produktif diatas tanah yang produktif, aneh kan. Tanah begini subur kita lapar,” kata KH Hasyim Muzadi dikutip NU Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganggu kedamaian ini didefinisikan sebagai kelompok trisula yang terdiri dari golongan liberalis, fundamentalis dan sinkretis yang dibuat untuk menghancurkan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini dimainin, dibikinlah Islam Liberal dan mereka juga dikasih duit. Diem-diem yang kelompok garis keras juga dikasih duit, tentunya melalui tangan ke seribu. Ditengah- tengah itu, budaya klenik juga berkembang seperti adanya nabi baru, akhirnya Islam jadi kacau,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyelamatan Islam dan Indonesia ini bisa dilakukan jika golongan Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah dapat bekerjasama secara lebih konkrit dalam pengembangan ilmu, budaya, peningkatan kesejahtaraan dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus mengabaikan seluruh masalah khilafiyah, nga usah dibicarakan. Sekarang berfikir kepentingan agama dan negera masalah hukum, kesejahteraan masyarakat, dan kebodohan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak asing, menurutnya selalu menggunakan jargon demokrasi, free market, cabut subsidi dan yang sejenisnya, sementara mereka sendiri menaikkan proteksi terhadap produk luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini diterima oleh intelektual yang bermental inlander. Jadi yang inlander bukan rakyat, tapi intelektual dan penguasanya,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bepergian ke luar negeri, Hasyim merasa malu karena tidak ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari Indonesia kepada bangsa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita malu kalau ke luar negeri, nga ada orang hormat.bayangannya TKW dipancung, sementara kita disini bertengkar terus,” ujarnya. [nu/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-5571948949540472577?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/5571948949540472577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=5571948949540472577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/5571948949540472577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/5571948949540472577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/kh-hasyim-muzadi-trisula-yang-hancurkan.html' title='KH. Hasyim Muzadi: “Trisula” yang Hancurkan Islam'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-8379449308570941613</id><published>2008-06-06T19:59:00.004+08:00</published><updated>2009-03-14T14:07:49.090+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>Pengamat Intelijen: Waspadai Hidden Agenda kasus Monas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SEkn5L653EI/AAAAAAAAAB8/L33rqgbGZVU/s1600-h/Soeripto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SEkn5L653EI/AAAAAAAAAB8/L33rqgbGZVU/s200/Soeripto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208738307436567618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat intelijen, Soeripto memperingatkan umat Islam untuk mewaspadai jebakan tersembunyi intelijen dalam kasus Monas&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com---Pengamat intelijen, Soeripto memperingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dengan silang-pendapat dalam kasus Monas, I Juni 2008 yang telah melahirkan polemik dan saling serang antar kelompok-kelompok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat intelijen lulusan AMN Magelang 1960 ini menegaskan, kasus bentrokan AKKBB dan FPI yang belakangan telah memancing konflik horisontal antar kelompok Islam sudah dinilai telah keluar dari konteks awalnya dan ada pembelokan isu. Karena itu, dia berharap umat Islam mewaspadai adanya unsur-unsur tersembunyi (hidden agenda) agar tidak merugikan umat Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umat Islam harus bisa paham, apakah gerakan ini sudah mulai ada hidden agenda yang bisa merugikan umat, “ ujarnya kepada www.hidayatullah.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas, ia merasakan sudah mulai ada agenda tersembunyi terhadap peristiwa yang belakangan ini telah membuat konflik antar ormas Islam. Menurut Soeripto, tanda-tanda jika masalah ini sudah mengarah kepada sebuah hidden agenda yakni di mana target nya adalah konflik horisontal. ”Targetnya adalah saling tuding dan saling menyerang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, target besar yang dimaksudkan adalah keamanan dan citra umat Islam. “Ada usaha untuk membuat citra kekerasan pada umat Islam atau violent behavior, “tambah Soeripto. Citra (image) itulah yang kini sedang dimunculkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha seperti ini, menurut Soeripto, tidak tertutup kemungkinan dilakukan oleh intelijen asing. Karenanya, ia meminta kepada seluruh komponen umat Islam untuk melakukan kewaspadaan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Sekjen Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) ini menambahkan, sebenarnya di tengah silang pendapat yang telah membuat konflik antar umat ini adalah menemukan siapa dalang yang telah memecah-belah ummat. “Yang lebih penting itu menemukan siapa “si hasad” dan “si  hasut””, katanya menyudahi. [cha/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-8379449308570941613?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/8379449308570941613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=8379449308570941613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8379449308570941613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8379449308570941613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden.html' title='Pengamat Intelijen: Waspadai Hidden Agenda kasus Monas'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/SEkn5L653EI/AAAAAAAAAB8/L33rqgbGZVU/s72-c/Soeripto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-6264841215714166304</id><published>2008-06-06T19:38:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:18:45.512+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News of Moeslem'/><title type='text'>“Kekerasan” dan KebebasanUntuk Semua</title><content type='html'>Kekerasan fisik adalah perbuatan yang layak dikutuk. Tapi pelecehan ajaran agama, fitnah,  pengrusakan nilai-nilai agama adalah juga "kekerasan" yang jauh lebih terkutuk&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada baiknya kita palingkan pikiran kita sejenak. Di saat semua orang di negeri ini sibuk terperangkap polemik AKKBB dan FPI, seorang pemuda produktif, tergolek sedang mengalami perawatan. Ia, adalah Mohamad Guntur Romli, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) dan salah satu peserta apel di Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guntur yang juga Manajer Program Jurnal Perempuan, harus dioperasi atas luka-luka yang dialaminya. Kita berharap, pemuda produktif ini segera lekas sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak satu pun orang menyanggah bahwa pengrusakan dan kekerasan fisik adalah kriminal yang layak dikutuk. Hanya saja, banyak orang tak bisa membedakan, selain ada kekerasan fisik, juga ada kekerasan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemukulan dan penyerangan fisik, adalah perbuatan yang layak dikutuk. Tapi pelecehan ajaran agama, fitnah, hasutan provokatif, pengrusakan nilai-nilai agama dan moral bangsa adalah kategori kriminal yang jauh lebih terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, kriminal sering disebut dengan istilah jarimah dan jinayah. Kedua istilah ini selalu mengacu pada tindakan yang melampaui batas (i'tida) dan mengharuskan pelakunya menebusnya dengan hukuman baik berupa harta, nyawa, maupun sanksi dari pemerintah (ta’zir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peritiwa Monas, 1 Juni lalu, banyak pihak mengecam tindakan FPI. Beberapa media massa yang dikenal nasional, mengecam dan menjadikan laporan seolah-olah FPI sebagai organisasi paling beringas di dunia. Sebuah media nasional bahkan membenturkannya dengan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aksi laskar Front Pembela Islam sungguh ironis. Mereka mengumbar keberingasan pada 1 Juni lalu, persis ketika hari lahir Pancasila sedang diperingati. Adakah kelompok yang mengatasnamakan Islam ini sengaja ingin melecehkan Pancasila?”, demikian penggalan editorial Koran Tempo, (3/6) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Negara Tidak Boleh Kalah”, demikian tulis Harian Kompas, (3/6), seolah-olah menekan pemerintah. Bahkan Koran yang pernah diisukan dimiliki kalangan Nashrani ini menurunkan tiga opini sekaligus, “Pancasila dan Kekerasan Agama”, “Agama yang Tidak Menghakimi”, dan “Kebebasan Anarkis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan Intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan atas nama apapun adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Sayangnya, sering kali masyarakat terkecoh –sebagian pura-pura tidak tahu—dengan bentuk-bentuk “kekerasan atas nama intelektual”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guntur , pria berusia 32 tahun ini masih tergolek lemah di RSPAD Gatot Subroto Jakarta ini, misalnyadikenal sebagai penulis cukup produktif dan dikenal sangat berani dalam mengusung isu-isu kebebasan berpendapat, meskipun harus menyinggung akidah dan ajaran yang paling mendasar dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberaniannya yang terkesan nekad dapat disimak dalam artikelnya bertema ”Pewahyuan Al-Quran: Antara Budaya dan Sejarah”, yang dimuat Koran Tempo pada 4 Mei 2007. Di situ dia menyatakan bahwa Al-Quran adalah produk sejarah dan menguatkan pendapat Nasr Hamid Abu Zayd, seorang liberal cabang Mesir yang kabur ke Belanda setelah diputuskan murtad oleh mahkamah negara asalnya. Di samping itu, dia menyatakan bahwa Al-Quran adalah karya bersama yang merupakan hasil ’gotong royong’ antara Allah, malaikat Jibril dan Nabi Muhammad. Tidak puas sampai di sini, mental keberaniannya –seolah-olah--telah memutuskan syaraf kepekaan sosial keagamaannya jauh sebelum menjadi korban FPI, dengan mengatakan bahwa Al-Quran terpengaruh dengan keyakinan Ebyon, sekte Kristen minoritas yang tidak mengakui Nabi Isa mati disalib. Pendapatnya ini didasarkan –di antaranya- hanya gara-gara Nabi Muhammad merasa berhutang budi pada Waraqah bin Naufal, rahib sekte Ebyon yang telah berjasa mengawinkan beliau dengan Khadijah. Maka sebagai balasannya, Nabi akhirnya memasukkan salah satu unsur keyakinan Ebyon dalam ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tulisan di Kompas, (1/9/2007), dalam tulisan berjudul, ”Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen”, Guntur mengatakan,  bahwa Muhammad SAW bisa menjadi Nabi hanya berkat bimbingan tokoh cerdik pandai Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus diakui bahwa pria --yang kabarnya-- saat ini dalam kondisi perawatan, adalah pengusung kebebasan berpendapat dan tokoh liberal sejati, meskipun kerap melewatkan bukti dan argumen yang valid ketika berpendapat. Sebab bagi “liberal” sejati tidak perlu terikat dengan sebuah bukti, argumen maupun etika untuk menyatakan idenya. Ketika seorang liberal masih merasa terikat dengan hal-hal yang menghalangi kebebasannya, dia tidak lagi liberal dan tidak layak disebut tokoh pengusung kebebasan berpendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah jurnal yang mengusung paham feminisme radikal, didapati artikel yang berjudul: ”Lesbian Dalam Seksualitas Islam”. Artikel Mohamad Guntur Romli ini sangat berani bahkan keberanian penulisnya dalam mengutarakan kebebasan berpendapat layak diacungi jempol. Bagaimana tidak! Kesalehan tokoh sekelas Umar bin Khathab RA yang tidak diragukan oleh kaum Muslimin, dikotorinya dengan mengisahkan beliau sebagai pelaku anal sex. Tuduhan negatif terhadap mertua Rasulullah ini dia sandarkan pada tafsir al-Durrul Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur, karya Imam Suyuthi. Namun setelah saya lacak dalam tafsir tersebut, ternyata Imam Suyuthi tidak pernah menulis seperti yang dituduhkan penulis artikel tersebut terhadap Umar RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, artikel ini secara terselubung mengkampanyekan halalnya homoseksual dan lesbian dengan cara mengacak-acak kandungan Al-Quran. Dengan mengutip beberapa ayat berkenaan dengan kisah kaum Nabi Luth, dia kemudian mengajukan beberapa pertanyaan yang berdasar atas keraguan akalnya: ”Benarkah azab hanya berkaitan dengan masalah moral dan praktik seksual saja? Dan benarkah kisah itu benar-benar terjadi sebagai fakta sejarah?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi berbagai kisah yang terdapat dalam Al-Quran dan menganggapnya sebatas metafor, pria ini menulis: Kalau saja Al-Quran berani ”mengarang” laporannya tentang peristiwa yang disaksikan sendiri oleh Muhammad dan pengikutnya, bagaimana dengan kisah-kisah yang tidak pernah disaksikan oleh Muhammad?  Ada sebuah persangkaan dan keraguan atas Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, artikel ini mengajak pembaca untuk bersikap kritis dan membedakan antara homoseksual saat ini dengan ”homoseksual” (dengan tanda kutip) yang terjadi pada sejarah Islam. Bagi pria yang kini tengah mendapatkan perawatan di RSPAD Gatot Subroto ini, tidak ada bedanya antara homoseksual dan heteroseksual. Bedanya hanya terletak pada kenikmatan seksual seseorang dan bagaimana ia mendapatkannya. (JP 58, hal. 75-93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan, kecaman,  terhadap para ulama, melecehkan agama yang diyakini milyaran orang tak lain adalah salah satu bentuk “kekerasan intelektual” di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyedihkan, “kekerasan intelektual” justru dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menjunjung tinggi kebebasan, demokrasi dan kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, sebagian orang –terutama media massa—menjadikan kasus FPI sebagai bentuk kekerasan paling jahat. Sementara tak menganggap kaum intelektual yang “bermain-main” dengan akal hanya untuk sebuah kebebasan berpendapat bukan sebuah “kekerasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI tidak tahu siapa itu Guntur, Syafi’i Anwar dan korban-korban yang terhitung luka parah akibat insiden Monas 1 juni lalu. FPI bukanlah organisasi akademis yang bergelut dengan seminar, diskusi dan tumpukan makalah. Kemauan mereka sangat sederhana, bubarkan Ahmadiyah yang telah melecehkan Islam! Mungkin ceritanya akan lain, jika sebelum terjadinya insiden itu, FPI mengenal Guntur dkk dan mengetahui sepak terjangnya dalam melecehkan Al-Quran dan ajaran Islam. Boleh jadi massa FPI jauh lebih garang dan bisa-bisa, akan berdiri “monumen kebebasan” yang menyedot dana ratusan juta dari berbagai Negara di Monas. Dan Guntur memperoleh “award”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radical Liberalism dan Kebebasan Bermartabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan yang bermartabat dalam Islam tidak membenarkan kebebasan berbuat kriminal. Bahkan Islam dengan tegas memaknai kebebasan sebatas pada kebebasan untuk melakukan hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan beragama, kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi sering disalahartikan pada sikap arogansi untuk menindas hak kebebasan kelompok beragama dalam menjalankan dan meyakini ajarannya. Bahkan saat ini, para pengusung kebebasan beragama cenderung mengarah pada paham radical liberalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan seperti ini juga diperkuat dengan fenomena perhelatan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII yang dilaksanakan di Pekanbaru, 21-24 Nopember 2007 lalu. Kegiatan intelektual yang bermartabat seperti ACIS, justru digunakan untuk mengembangkan paham radical liberalism yang berwawasan anti-perbedaan. Perhelatan ACIS VII yang dimeriahkan dengan lomba debat antar mahasiswa se-Indonesia yang mengusung tema-tema untuk memojokkan Islam, seperti: Formalization of Syariah as the Real Enemy of Democracy; Ranjau Formalisasi Syariat; Mendamaikan Syariat Islam dengan demokrasi Pancasila; Pancasila dalam kepungan formalisasi Syari'ah Islam; Menolak Poligami: ditinjau dari berbagai pendekatan, Pembaharuan Hukum Islam dalam konteks keindonesiaan merupakan suatu keharusan; Benarkah poligami sebagai sunah nabi? Dan masih banyak tema-tema menyeramkan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilnya sejumlah narasumber asing non-Muslim untuk berbicara di depan para akademisi Muslim tentang studi Islam adalah bukti betapa peran agen-agen Barat di lingkungan Departemen Agama RI dalam menentukan arah studi Islam di PTAI tidak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi paralel "Islam dan Masalah Hak Asasi Manusia (HAM)" misalnya, pembahasan banyak difokuskan pada usaha mendiskriditkan hukum Islam, ulama fikih yang bermartabat dan memposisikan MUI sebagai pihak terdakwa. Dalam makalah "Mengubah Wajah Fikih Islam" misalnya, mengusulkan munculnya corak fikih baru yang bernuansa pluralis yang menjamin hak kebebasan dalam beragama, termasuk hak untuk menafsirkan agama. Pemakalah juga menuding fatwa MUI yang menyatakan kelompok Ahmadiyah sesat dan menyesatkan telah merampas hak kebebasan ini dengan cara membenturkannya dengan Resolusi Majelis Umum PBB 217A (III) 1948 dan UUD 1945 Pasal 28E dan Pasal 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan kebebasan beragama, seorang pemakalah tambil membawakan tema: "Menakar Kebebasan Beragama di Indonesia", menegaskan bahwa: Agama dan beragama adalah semata-mata untuk manusia bukan untuk apapun atau siapapun. Oleh karena itu tidak ada hak pada apapun atau siapapun termasuk itu Tuhan untuk memaksakan agama tertentu kepada manusia. Dalam uraiannya, kebebasan beragama secara operasional didefinisikan pemakalah dalam pengertian sebagai berikut: Kebebasan beragama sekaligus bermakna tidak hanya kebebasan untuk beragam atau memilih agama, tidak hanya kebebasan untuk menghayati atau memaknai agamanya sesuai dengan keyakinan teologisnya, tapi lebih jauh kebebasan beragama juga bermakna kebebasan untuk tidak beragama. Tapi saya tidak ingin berbicara tentang kebebasan untuk tidak beragama, karena soal ini sudah dikunci di negeri ini, komunisme sudah dihabisi, jadi segala pikiran-pikiran ateistik sudah dikesampingkan, maka saya akan berbicara kebebasan beragama dalam konteks kebebasan untuk memilih agama, untuk beragama sekaligus memaknai agamanya sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakalah juga menyesalkan pembekuan aliran-aliran yang dianggap sesat seperti Ahmadiyah, al-Qiyadah al-Islamiyyah, dsb. Sehingga dalam menyoroti kedudukan MUI, dia menyatakan: "MUI misalnya, dalam amatan saya itu lebih menampilkan diri sebagai provokator konflik secara tidak langsung atau mungkin secara langsung". Lebih lanjut saat mengomentari sebuah slogan yang disanjung-sanjung oleh kelompok yang Islamisis yang menyakini Islam sebagai al-Din wa l-Daulah (agama dan negara sekaligus), dia mengatakan: "Apapun bentuknya, itu adalah suatu perselingkuhan. Maka apa yang muncul kemudian seperti partai Islam itu adalah anak haram dari perselingkuhan agama dan negara. Satu jalan menurut saya, jalan keluarnya hanya satu agar tampil relasi agama dan negara yang setara (yaitu) hanya satu, melalui jalan sekularisasi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fenomena liberalisasi agama yang muncul di tanah air, menguatkan indikasi merambahnya paham radical liberalism yang tidak lain adalah pembaratan ideologi rakyat Indonesia yang disusupkan melalui LSM-LSM lokal. Prinsip dasar paham ini sebenarnya adalah keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik. Padahal paham liberalisme telah terbukti membawa dampak negatif bagi sistem masyarakat Barat, seperti mengesampingkan hak Tuhan dan setiap kekuasaan yang berasal dari Tuhan; pemindahan agama dari ruang publik menjadi sekedar urusan individu; pengabaian total terhadap agama Kristen dan gereja atas statusnya sebagai lembaga publik, lembaga legal dan lembaga sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam liberalisme budaya, paham ini menekankan hak-hak pribadi yang berkaitan dengan cara hidup dan perasaan hati. Liberalisme budaya secara umum menentang keras campur tangan pemerintah yang mengatur sastra, seni, akademis, perjudian, seks, pelacuran, aborsi, keluarga berencana, alkohol, ganja, dan barang-barang yang dikontrol lainnya. Belanda, dari segi liberalisme budaya, mungkin negara yang paling liberal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan liberalisme ekonomi mendukung kepemilikan harta pribadi dan menentang peraturan-peraturan pemerintah yang membatasi hak-hak terhadap harta pribadi. Paham ini bermuara pada kapitalisme melalui pasar bebas. Ujung-ujungnya paham radical liberalism adalah paham kebebasan bersuara dan kebebasan untuk tidak mendengarkan suara pihak lain yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya paham ini mengukuhkan paham diktatorisme, di mana kelompok yang paling kuatlah yang akhirnya berkuasa. Dalam konteks bernegara, paham ini diam-diam meneriakkan slogan kebebasan untuk semua, yaitu rakyat bebas berbicara dan pemerintah pun bebas untuk tidak mendengarkan suara rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, konsep kebebasan dalam Islam merujuk pada kata ikhtiyar yang berakar kata khair (baik). Jadi umat Islam tidak dibebaskan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Sebab hak kebebasan seseorang senantiasa terbatas dengan hak kebebasan yang dimiliki orang lain.  Pada intinya, kebebasan yang dilahirkan dari paham radical liberalism adalah kebebasan yang tidak bermartabat. Dan biasanya selalu melahirkan kekerasan intelektual yang lukanya jauh lebih menyakitkan dibanding kekerasan fisik. Lallahu ‘a’lam. [www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis alumni ISID Gontor &amp; International Islamic University Malaysia (IIUM), Faculty of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences, Department Usul al-Din and Islamic Thought.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-6264841215714166304?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/6264841215714166304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=6264841215714166304' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6264841215714166304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6264841215714166304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/06/kekerasan-dan-kebebasanuntuk-semua_06.html' title='“Kekerasan” dan KebebasanUntuk Semua'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-852867834850740247</id><published>2008-02-03T10:53:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:10:11.729+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>JANGAN SIS-SIAKAN HIDUPMU</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UtluSdTTI/AAAAAAAAAB0/gFu9AuOSLz8/s1600-h/TREE_R%7E1.GIF"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162582673954000178" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UtluSdTTI/AAAAAAAAAB0/gFu9AuOSLz8/s200/TREE_R%7E1.GIF" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sungai Iman dan amal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; perlu dijernihkan dan dipastikan terus mengalir damai dalam hati umat ini. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Telaga Ilmu dan akhlak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; seluas mata memandang haruslah diperindah dan dijaga serapinya agar terus menggapai tumpuan Ridha Ilahi. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kolam Kerohanian dan roh jihad&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; di dalamnya hendaklah tidak dibiarkan kekeringan airnya hingga terkotori sampah zaman dan racun kerusakan aqidah. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Berjuang Ikhlas sehingga diri syahid atau umat islam kembali menang.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tinggikan Kalimatullah dan Tegakkan Hukumnya dimuka bumi atau diri fana dalam membelanya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;em&gt;“ Katakanlah kebenaran itu walaupun pahit bagimu ”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-852867834850740247?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/852867834850740247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=852867834850740247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/852867834850740247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/852867834850740247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/02/jangan-sis-siakan-hidupmu.html' title='JANGAN SIS-SIAKAN HIDUPMU'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UtluSdTTI/AAAAAAAAAB0/gFu9AuOSLz8/s72-c/TREE_R%7E1.GIF' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-155169722531363839</id><published>2008-02-03T10:38:00.001+08:00</published><updated>2008-06-06T19:17:39.551+08:00</updated><title type='text'>USIA SENJA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UqheSdTSI/AAAAAAAAABs/zVLg9dHPCr8/s1600-h/bal_da_allah_yazisi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162579302404672802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UqheSdTSI/AAAAAAAAABs/zVLg9dHPCr8/s200/bal_da_allah_yazisi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;etiap insan pasti akan hilang segenap kekuatan yang pernah ada secara perlahan-lahan. Diri terpaksa akur dengan fitrah alam yang akan merenggut tulang menjadi rapuh, darah dan daging sudah tidak sesegar dulu lagi, manakala rambut pula memutih dan kulit menjadi kering, semuanya tidak lagi cantik dan menarik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah bekas hasil perjuangan hidup. Perjuangan untuk membuktikan diri adalah hamba Allah yang berhasil, adakah bekas sujud masih terlihat ? tujuh anggota badan itu masihkah dapat bertahan dalam menikmati rakaat yang panjang ? apakah kedua mata itu masih berminat kepada Al-Quran ? bukankah Al-Quran berisi kalimat cinta Allah kepada hamba-Nya ?&lt;br /&gt;Biarlah segalanya hilang, tua, lemah dan tidak berdaya. Jika diri bertemu Allah nanti, saat sakaratul maut datang menjemput, katakanlah dengan bangga kepada yang dikasihi ; “ Ya Allah, saksikanlah tubuh kurusku yang berpenyakit, mata rabunku, tulangku, darah dan dagingku semuanya kupersembahkan kepada-Mu, mereka semua beribadat, berjuang dan bekerja untuk keridhaan-Mu, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ya Allah, bangkitkan mereka pada hari akhirat nanti dengan bekas perjuangan dijalan-Mu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;Mengapa harus bersedih pada penghujung usia ? mengapa harus melayan perasaan yang membuat diri pikun ? bukankah belantara ilmu masih belum dijelajahi semua ?&lt;br /&gt;Ada Al-Quran dan masjid tempat mengistirahatkan hati, generasi muda pula memerlukan bimbingan bijak, mengapa biarkan diri terlena tenggelam menunggu ajal yang semakin dekat ?&lt;br /&gt;Umat perlu tuntunan, renovasi aqidah, ibadat dan akhlak. Masyarakat masih sakit dengan keruntuhan moral dan kejahatan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya tiada kata istirahat di dunia ini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, janganlah kita menjadi lalai sahabatku, jangan kita tertidur diatas kehinaan, jangan kita berbaring setelah terlihatnya kerusakan disekitar kita, jangan kita tertawa ketika banyak saudara kita merintih, jangan kita berlari ketika kita mampu memapah saudara kita yang dalam kesusahan, janganlah lisan kita diam ketika orang-orang munafik dan kafir menghujat Dien (Islam) yang kita cintai ini, janganlah kita hanya mengingkarinya dalam hati selama lisan dan tangan mampu berbuat lebih, janganlah kita hanya duduk ketika orang-orang yang ikhlas dijalan-Nya berjuang meneteskan darah dan tersayat tubuh mereka, yang buat mereka tubuh tidak berharga dari pada Agama Islam ini, mereka rela tercabik-cabik, terpisah tubuh satu dari tubuh yang lain demi kemuliaan Islam, mau jadi generasi apa kita ? generasi penghianat ? generasi yang rusak moralnya ? sudahlah saudaraku, sudahlah….sadarlah dan bangkitklah kembalilah kepada yang Haq, selagi ajal belum sampai, berjuanglah dengan kemampuanmu untuk membuktikan cintamu pada-Nya, karena tidak ada istilah pensiun dalam perjuangan ini, Istirahat kita adalah disurga kelak, hidup biarlah mulia dan matipun biarlah mulia&lt;br /&gt;Masa yang berlalu begitu berharga demi menolong agama Allah ini, teruslah beramal, berjuang, ibadah dan muamalah sesama insan, sampai Allah ridha atas kita dan sudi menerima kita sebagai hamba-Nya yang teruji. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Islam Sampai Mati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; !.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-155169722531363839?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/155169722531363839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=155169722531363839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/155169722531363839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/155169722531363839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/02/usia-senja.html' title='USIA SENJA'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UqheSdTSI/AAAAAAAAABs/zVLg9dHPCr8/s72-c/bal_da_allah_yazisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-7989272083336807566</id><published>2008-02-03T10:29:00.002+08:00</published><updated>2008-06-06T19:31:02.210+08:00</updated><title type='text'>Pertemuan Pasti Dihari Yang Dijanjikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UnxeSdTRI/AAAAAAAAABk/JPp2KJc_mDc/s1600-h/api-allah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162576278747696402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UnxeSdTRI/AAAAAAAAABk/JPp2KJc_mDc/s200/api-allah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“(Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, Dan kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Manusia kelak akan dihadapkan kepada Allah SWT. Berduyun-duyun, dan menghadap pada Allah satu persatu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ke-ngerian sehari perkiraannya sama dengan lima puluh ribu tahun didunia, hari yang menggetarkan, duka cita dan menyesal, itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua makhluk untuk menghadap kepada Rabbul Alamien, hari perhitungan dan pertimbangan serta pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;Hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri dan wajah lainnya hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong orang lainnya, dan tidak berguna tipu daya mereka yang selalu menista agama-Nya, hari dimana seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sendiri, hari dinama seorang sahabat tidak dapat menolong sahabatnya sedikitpun, hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterimanya udzur orang-orang yang zalim dan mereka tetap mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, hari dimana tiap ibu akan melalaikan bayi yang disusuinya karena memikirkan dirinya, bahkan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk karena minuman keras melainkan karena ngerinya siksaan yang sangat keras “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamatkan kami…..Ya Allah….&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-7989272083336807566?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/7989272083336807566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=7989272083336807566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/7989272083336807566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/7989272083336807566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/02/pertemuan-pasti-dihari-yang-dijanjikan.html' title='Pertemuan Pasti Dihari Yang Dijanjikan'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UnxeSdTRI/AAAAAAAAABk/JPp2KJc_mDc/s72-c/api-allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-8728685973025379235</id><published>2008-02-03T10:22:00.002+08:00</published><updated>2009-03-14T14:16:12.200+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>YANG LEBIH BERAT DARINYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UmU-SdTQI/AAAAAAAAABc/theO2R_b4fA/s1600-h/allah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162574689609796866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UmU-SdTQI/AAAAAAAAABc/theO2R_b4fA/s200/allah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seorang bijak&lt;/span&gt; ditanya :&lt;br /&gt;“Wahai orang bijak, sesungguhnya saya datang untuk mendapatkan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Beritahukan kepada saya :&lt;br /&gt;Tentang langit dan apa yang lebih berat darinya&lt;br /&gt;Tentang bumi dan apa yang lebih luas darinya&lt;br /&gt;Tentang batu dan apa yang lebih keras darinya&lt;br /&gt;Tentang api dan apa yang lebih panas darinya&lt;br /&gt;Tentang salju dan apa yang lebih dingin darinya&lt;br /&gt;Tentang lautan dan apa yang kaya darinya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin papa dan apa yang lebih hina darinya&lt;br /&gt;orang bijak menjawab :”ketahuilah sesunggunya,&lt;br /&gt;Berdusta atas orang yang tidak bersalah lebih berat dari segenap langit&lt;br /&gt;Kebenaran lebih luas dari bumi,&lt;br /&gt;Hati orang kafir lebih keras dari batu,&lt;br /&gt;Ketamakan dan kedengkian lebih panas dari api,&lt;br /&gt;Kebutuhan akan kerabat bila tidak berhasil lebih dingin dari salju,&lt;br /&gt;Hati yang menerima (lapang dada dan ikhlas) lebih kaya dari lautan,&lt;br /&gt;Penghasut bila terbongkar perkaranya lebih hina dari orang miskin papa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-8728685973025379235?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/8728685973025379235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=8728685973025379235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8728685973025379235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/8728685973025379235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/02/yang-lebih-berat-darinya.html' title='YANG LEBIH BERAT DARINYA'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R6UmU-SdTQI/AAAAAAAAABc/theO2R_b4fA/s72-c/allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-2850443119138558121</id><published>2008-01-20T11:01:00.003+08:00</published><updated>2009-03-14T14:12:20.107+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>“Sudahkah Hati Kita Terbangun ?”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R5K_ZQMFGYI/AAAAAAAAABU/SuSyRn3YAWA/s1600-h/api-allah.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157394963855907202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R5K_ZQMFGYI/AAAAAAAAABU/SuSyRn3YAWA/s200/api-allah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dia kecil…polos…dan semoga akan selalu terjaga dari fitnah…Amin Sebuah pertanyaan muncul dalam pikiran Ani…&lt;br /&gt;mengapa Ani hidup ?&lt;br /&gt;Untuk apa Ani hidup ?&lt;br /&gt;Apa yang Ani cari ?&lt;br /&gt;Kebahagiaan Apa yang Ani inginkan ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memikirkan seusia anak umur 10 tahun yang berusaha mencari “kebahagiaan” kekal.. Dengan mata yang sayu ani memandang hidup dengan hati yang lembut, dalam kepolosannya Ani berusaha mencari apa yang selama ini orang-orang lalai akan Allah SWT…Ani anak yang selalu bersyukur dalam apapun keadaan hidupnya…anak yang berusaha patuh pada-Nya…dan yang selalu teringat tentang Ani adalah adalah ucapanmu adikku kepada ku “Ani tidak takut apapun, suster, dokter, Ani tidak takuk Kak…Ani hanya takut pada Allah…”tidak seperti kebanyakan orang-orang diatas usianya yang memandang hidup dengan penuh nafsu keduniaan…mengejar segala gemerlap dunia yang sebenarnya tidak akan pernah dia bawa “pulang”…”Duhai Allah yang Maha Lembut Sayangilah Ani dengan Kasih Sayang-Mu..Peliharalah Ani dengan sebaik-baik pemeliharaan-Mu Jagalah Ani dengan Sebaik-baik penjagaan-Mu..Duhai Allah Lembutkan selalu hati Ani..semoga selalu dalam lindungan dan hidayah-Mu…Amin…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak semua orang berfikir seperti Ani ?&lt;br /&gt;Apa dunia begitu gemerlap ? Apa Dunia menjanjikan kebahagiaan kekal ?&lt;br /&gt;Apa yang menjadi tujuanmu…yang selalu membuat engkau lupa akan janji Allah ?&lt;br /&gt;Begitu berhargakah popularitas ?&lt;br /&gt;Begitu Bernilaikah Harta ?&lt;br /&gt;Begitu hebatkah jabatan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, tapi mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya…”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Nafsu keduniaan membuat banyak orang lupa untuk mencintai Allah…mereka sibuk dengan Harta..pikiran mereka kacau memikirkan Harta…tidur tidak lelap..selalu gelisah dengan harta dan segala kesibukan dunia…walau dengan cara yang tidak disukai Allah SWT pun akan mereka lakukan…mereka sibuk dengan kecintaan pada dunia..harta, wanita, jabatan, popularitas sungguh jemari ini tak sanggup mengukirkan tulisan lebih dari itu…Duhai Allah ampunilah Hambamu yang Dho’if ini…&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Demi Allah,Dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya kelaut ;air yang tersisa dijarinya ketika diangkat itulah nilai dunia”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(HR.Muslim)&lt;br /&gt;Sahabatku..&lt;br /&gt;Pernahkah terpikir dalam benakmu…seperti apa akhir hidupmu ?&lt;br /&gt;Sungguh janganlah dunia membuat hati lalai dari mencintai Allah….&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Seandainya dunia itu ada nilainya di sisi Allah bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun..tentu Allah tidak akan sudi memberi minum pada orang kafir walaupun hanya seteguk..”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(HR.Tirmidzi-Shahih)&lt;br /&gt;Dunia ini memang tidak ada nilainya di sisi Allah…demikianlah Allah memberikan makan, minum dan pakaian pada orang kafir. Memberikan kekayaan dan segala macam kemewahan daripada yang Allah berikan kepada orang yang Sholeh..dunia hanya ibarat setetes air laut…&lt;br /&gt;Namun dunia juga adalah sember kebaikan bagi orang sholeh..jembatan menuju akhirat yang penuh ketentraman, kenikmatan, kebahagiaan yang kekal…dunia adalah ladang bercocok tanam yang hasilnya akan kita petik kemudian di Akhirat.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;:”Dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam (tempat melakukan amal ibadah dan amal kebaikan) yang hasilnya dituai di akhirat kelak”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Allah Berfirman dalam surah Al-Qashash:60-61&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Saudaraku…dunia juga penting, tapi akhirat lebih penting dan perlu di utamakan. maka junjunglah akhiratmu di atas kepalamu, dan peganglah dunia dengan kedua tanganmu. apabila akhirat terasa hendak jatuh, lepaskan dunia dan angkat akhirat dengan kedua tangan kita bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;“duhai Allah janganlah Engkau jadikan dunia ini. Besar dalam hati kami” Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;em&gt;Duhai Allah pemilik Asmaul husna…pencipta segala apa yang ada dilangit dan di bumi pemilik kerajaan yang sebenarnya…Tiada sekutu bagi Engkau..&lt;br /&gt;Duhai Allah dengarkanlah keluhan nurani ini…sujud ini mungkin tidaklah begitu sering..ampunilah kami hamba-Mu yang dha’if….duhai Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diri ini terasa jauh darimu&lt;br /&gt;Ketika dosa dan maksiat mengotori hati&lt;br /&gt;Ketika diri ini tak lagi dapat menjaga pandangan dan hati&lt;br /&gt;Ketika resah gelisah&lt;br /&gt;Ketika air mata ini tak mampu lagi mencairkan kerasnya hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi harus ku palingkan wajahku selain hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi harus kuadukan segala susah sedih dalam hati selain hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi harus memohon selain hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi harus kugantungkan harapan ini selain hanya pada-Mu&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi harus ku memohan ampunan selain hanya pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…ampunilah aku ya Allah…berikanlah ketenangan bagiku…&lt;br /&gt;Ya Allah…bersihkanlah hatiku dari dosa dan maksiat pada-Mu…&lt;br /&gt;Ya Allah…aku sandarkan hanya pada-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepadaku jalan kebenaran ya Allah…&lt;br /&gt;Jauhkanlah daripdaku jalan-jalan kemungkaran ya Allah…&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepadaku jalan menuju surga-Mu…&lt;br /&gt;Jauhkanlah daripadaku panasnya neraka-Mu…&lt;br /&gt;Duhai Allah..janganlah Engkau murka kepadaku atas kesalahanku..&lt;br /&gt;Janganlah Engkau murka kepadaku atas kealpaan diriku ya Allah…&lt;br /&gt;Betapa besar cinta-Mu padaku ya Allah….&lt;br /&gt;Betapa murah rizki dan karunia-Mu kepadaku ya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah…Ya Arhamar raahimin…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya pada-Mu,Zat yang maha menciptakan, Engkaulah satu-satunya sang Maha Pencipta. Shalawat dan salam buat kekasih-Mu,Rasulullah Muhammad SAW; rahmat bagi semesta alam,shalawat dan salam juga buat keluarga baginda, serta para sahabat beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Allah, rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, nikmat-Mu yang senantiasa mengalir tanpa henti, hamba yang faqir ini memohon keuatan dan taufik daripada-Mu, agar senantiasa hidup dan mati ini, semata-mata hanya untuk-Mu, karena-Mu..Amin.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-2850443119138558121?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/2850443119138558121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=2850443119138558121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2850443119138558121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/2850443119138558121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/01/sudahkah-hati-kita-terbangun.html' title='“Sudahkah Hati Kita Terbangun ?”'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R5K_ZQMFGYI/AAAAAAAAABU/SuSyRn3YAWA/s72-c/api-allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5406268939366354816.post-6470443193243274427</id><published>2008-01-14T13:53:00.001+08:00</published><updated>2008-06-06T19:20:21.015+08:00</updated><title type='text'>Komitmen Muslim Sejati</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R4r5JgMFGUI/AAAAAAAAAAg/-_00U1k9a3M/s1600-h/img113.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155206665133693250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R4r5JgMFGUI/AAAAAAAAAAg/-_00U1k9a3M/s200/img113.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tatkala memasuki usia dewasa, tanpa melalui proses yang berliku, kita tiba-tiba telah mendapati diri kita seorang Muslim. Orang tua, suasana rumah, dan lingkungan sekitar, telah membawa kita kepada suasana batin yang penuh iman dan larut dalam tradisi ubudiah. Ini patut disyukuri. Hanya saja, jika potensi keimanan dasar ini tidak dikembangkan dengan wawasan pengetahuan keislamanan lebih lanjut, &lt;span class="fullpost"&gt;keimanan kita menjadi stagnan dan pasif. Dan fenomena ini banyak dijumpai di tengah komunitas umat Islam.Padahal, ajaran Islam diturunkan oleh Allah untuk ditegakkan di muka bumi. Ia tidak hanya berisi tuntunan individu manusia dalam menjalin hubungan dengan Tuhannya dalam aktivitas ibadah ritual, namun juga berisi sistem kehidupan untuk menjadi panduan bagi seluruh umat manusia dalam menata kehidupan. Untuk misi yang demikian ini, dan sebagai sebuah nilai yang harus diperjuangkan, Islam memerlukan komitmen penuh dari para pemeluknya. Komitmen dalam memegang prinsip keyakinan, komitmen dalam memegang teguh nilai, dan komitmen dalam memperjuangkannya.FPMI STMIK PPKIA, dengan misinya, hadir dengan fokus pembicaraan tuntas tentang arti berkomitmen kepada Islam, agar setiap Muslim mengetahui apa makna sesungguhnya dari penisbatan dirinya kepada Islam, agama Allah yang suci ini.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5406268939366354816-6470443193243274427?l=fpmi-stmikppkia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/feeds/6470443193243274427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5406268939366354816&amp;postID=6470443193243274427' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6470443193243274427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5406268939366354816/posts/default/6470443193243274427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fpmi-stmikppkia.blogspot.com/2008/01/komitmen-muslim-sejati.html' title='Komitmen Muslim Sejati'/><author><name>Forum Persatuan Mahasiswa Islam STMIK PPKIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06751575595281499210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12769196898253899268'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_w7ZQkkIHPPs/R4r5JgMFGUI/AAAAAAAAAAg/-_00U1k9a3M/s72-c/img113.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry></feed>